src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Gerakan minum susu yang digelar Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kaltim. (foto: erick) HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menggelar gerakan minum susu hasil produksi peternakan lokal Kaltim. Gerakan minum susu merupakan gebrakan untuk menyempurnakan asupan gizi masyarakat Kaltim.
Sebab produk susu segar mengandung berbagai zat makanan lengkap dan seimbang seperti protein, lemak, karbohidrat, mineral, dan vitamin. Secara kimiawi susu normal mempunyai komposisi air (87,20%), lemak (3,70%), protein (3,50%), laktosa (4,90%), dan mineral (0,07%)
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kaltim Fahmi Himawan menyampaikan bahwa pihaknya menggelar bagi-bagi susu, telur, tahu dan olahan daging merah secara gratis dalam Pesta Rakyat Kaltim (PRK) 2023 di Gelora Kadrie Oening (eks. Stadion Sempaja) Jalan Wahid Hasyim I Kelurahan Sempaja Selatan Kecamatan Samarinda Utara Kota Samarinda, pada Jumat 13 Januari 2023.
“Iya, kita hari ini menyelenggarakan gerakan minum susu, makan tahu, daging dan telur,” beber Fahmi Himawan kepada awak media usai menyelenggarakan Gerakan minum susu, makan tahu, daging dan telur di PRK 2023.
Selain menyelenggarakan gerakan minum susu, makan tahu, daging dan telur, Fahmi menyampaikan bahwa pihaknya melakukan vaksinasi rabies kepada hewan secara gratis.
“Karena kita juga memiliki fokus terhadap kesehatan hewan, kita juga menggelar vaksinasi rabies gratis terhadap hewan,” katanya.
Fahmi juga menyampaikan bahwa program yang dijalankan kini selaras dengan visi dan misi Gubernur Kaltim Isran Noor dan Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi.
“Kita coba selaraskan dengan visi dan misi Bapak Gubernur yaitu Kaltim Berdaulat. Kami mencoba memberikan sumbangsih, untuk meningkatkan peningkatan sektor peternakan di Kaltim dalam ekonomi kewilayahan dan ekonomi kerakyatan,” ujarnya.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kaltim Fahmi Himawan berharap Kaltim dapat lebih memberikan kontribusi terhadap pembangunan nasional.
“Saya berharap, dalam usia ke-66 tahun ini Kaltim semakin eksis dan dapat memberikan kontribusi secara nasional. Saya juga berharap bahwa kita yang ada di Kalimantan ini tidak hanya sebagai penonton ketika IKN telah terbangun,” tandasnya.
Penulis: Erick