src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Demonstran yang diamankan petugas kepolisian. (Ningsih/headlinekaltim.co) HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Aksi unjuk rasa di depan DPRD Kaltim akhirnya dibubarkan paksa oleh petugas kepolisian. Imbauan agar massa membubarkan diri, tak digubris. Bertepatan dengan kumandang azan Isya, petugas mulai menembakkan gas air mata dan watercanon ke arah kerumunan massa.
Sekitar pukul 19.20 WITA, petugas terus menembakkan gas air mata ke arah kerumunan massa. Kali ini, peserta aksi lari kocar-kacir menyelamatkan diri karena aparat kepolisian merangsek ke arah kerumunan massa untuk melakukan pembubaran.
Konsentrasi massa pun terpecah, masing-masing menyelamatkan diri. Mereka langsung dikejar oleh aparat. Sejumlah peserta aksi demo yang berhasil diamankan dan dibawa ke dalam halaman Gedung DPRD Kaltim. Sedikitnya 27 orang berhasil diamankan pada pukul 20.30 WITA. Diperkirakan jumlah tersebut bertambah.
Kabag Humas Polresta Samarinda, AKP Annisa Prastiwi mengatakan mereka yang diamankan ini diduga melakukan ujaran kebencian dan melakukan pelemparan batu ke arah aparat.
“Mereka yang diamankan ini, dugaan sementara karena melakukan ujaran kebencian dan melakukan pelemparan batu. Tapi kalau pengerusakan, kami belum tahu, nanti kita masih kumpulkan bukti-bukti dulu,” ucapnya saat ditemui awak media.
Dia mengatakan, mereka yang diamankan statusnya tidak hanya didominasi Mahasiswa. “”Didominasi Mahasiswa, ada alumni, ada bapak-bapak dan ada juga yang mengaku hanya lewat saja. Tapi nanti ini kita masih dalami dulu,” kata dia.
Mereka yang berhasil diamankan dibawa aparat ke Mapolresta Samarinda. Annisa beralasan, hal tersebut dilakukan untuk keperluan pemeriksaan. “Untuk penahanan kita belum tahu. Ini dalam rangka pemeriksaan intensif sehingga dibawa ke Polres. Kita dalami sambil mengumpulkan bukti-bukti,” pungkasnya.
Penulis: Ningsih
Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya di Google News Headline Kaltim