src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Pengunjuk rasa membawa replika keranda mayat di depan DPRD Kaltim. (Ningsih/headlinekaltim.co) HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Ratusan massa dari Aliansi Mahasiswa Kaltim Menggugat dan kelompok buruh kembali melakukan aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Kaltim, Karang Paci, Senin 12 Oktober 2020
Massa berkumpul di Islamic Center Jalan Slamet Riyadi, lalu berkonvoi ke Gedung DPRD Kaltim. Pukul 13.51 WITA, mereka sampai di depan gedung DPRD Kaltim. Mahasiwa langsung berorasi secara bergantian dengan kelompok buruh.
Kali ini, bukan hanya ada orasi menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja. Mahasiswa juga menggelar aksi teatrikal hingga pembacaan puisi. Kelucuan juga sempat mewarnai jalannya aksi ketika salah seorang pedagang tahu asongan ikut melakukan orasi.
“Saya tidak panjang lebar, saya diintai Intel. Begini Bapak Kapoltabes, ajak anak Mahasiswa ini diajak berunding, sanggup apa nggak? Saya dengan segala hormat saya, saya merasa terpanggil, siang kepanasan. Bapak ini sudah enak, biar korona masih digaji. Aku ini jualan masih untung dan rugi. Pak, saya ini tidak neko-neko. Saya ini dari dulu begini saja, istri saya satu. Saya kemarin kena gas air mata, sakit mata saya,” teriaknya, disambut tawa dan tepuk tangan para demonstran.
Dalam orasinya, mahasiswa dan buruh menyoal UU Omnibus Law sejak dari perumusan hingga pengesahan di DPR. “”Omnibus Law disahkan malam hari, menurut kami kontroversi karena tidak mengakomodir rakyat. Seperti UMK dihaluskan dan ditarik dalam UMP, diskriminasi kaum buruh cenderung menguntungkan perusahaan, banyak pasal prematur. Maka kami menuntut DPRD Kaltim dan Gubernur untuk menyatakan sikap, menolak Omnibus Law dengan membuat MoU bersama Mahasiswa, mengawal tuntutan,” ujar salah satu orator dari Aliansi Mahasiswa Kaltim Menggugat.
“Kami tidak akan melempar batu, tidak akan melempar molotov, tidak anarkis. Jangan takut Pak Polisi,” tukasnya lagi.
Perwakilan dari buruh juga tak kalah keras dalam menyoal UU Cipta Kerja. “Selama ini UU Omnibus itu bohong semua. Mari kita lawan, kalau masih ada anggota DPRD yang punya hati, maka turun ke sini bersama rakyat. Kami berterima kasih pada mahasiswa, mereka berjuang tapi kenapa Bapak-Bapak diam. Mari bersama sama menolak Omnibus Law,” kata orator dari kelompok buruh.
Kepolisian sejak pagi telah melakukan pengamanan di depan Gedung DPRD Kaltim. Tepat di depan pintu masuk terpasang pagar kawat berduri. Bahkan, sejumlah personel juga terlihat membawa anjing K9, anjing pelacak yang terlatih.
Penulis: Ningsih
Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya di Google News Headline Kaltim