30.5 C
Samarinda
Thursday, July 18, 2024

Tolak Tanda Tangan Penolakan Omnibus Law, Isran: Saya kan Pengetahuannya Sempit!

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Gubernur Kalimantan Timur, Isran Noor mendatangi gedung DPRD Kaltim pada Senin 12 Oktober 2020 sore. Dia didampingi Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi menunggu di dalam Gedung DPRD. Sementara peserta aksi terus melakukan orasi di depan gedung.

Kepada awak media, Gubernur mengatakan kehadirannya di gedung Dewan bukan merupakan undangan. Melainkan datang dengan inisiatif pribadi. Dia berharap mahasiswa mau bertemu dengan dirinya untuk menyampaikan aspirasi.

“Jadi saya ke sini ini bukan karena diundang, tapi karena perasaan, siapa tahu mereka ingin bertemu,” ucapnya.

Saat ditanyakan alasan Gubernur tidak keluar gedung DPRD untuk menemui massa, Gubernur beralasan kehadirannya di DPRD hanya untuk menunggu Mahasiswa masuk, bukan dia yang keluar.

“Siapa bilang tidak menerima? Siapa bilang mereka saya mau ke sana? Saya ke sini justru menunggu apa mereka mau berkomunikasi apa tidak? Tapi kalau mereka ingin menyampaikan aspirasi, kita minta mana dokumennya, ada reasoning-nya, sini saya akan sampaikan ke pemerintah pusat, ke presiden dan DPR RI bersama pimpinan DPRD kita semua, gitu saja. Kita akomodir,” jelasnya.

Isran sendiri menolak jika dirinya dianggap menolak Omnibus Law. “Kalau mintanya misalnya menolak (Omnibus Law RUU Cipta Kerja,red), tidak bisa. Saya kan pengetahuannya sempit. Karena orang tidak sekolah itu pengetahuannya sempit,” katanya.

“Jadi karena orang tidak sekolah, tidak tahu. Jangan-jangan saya tolak-tolak ini, salah saya.  Kalau mereka kan sekolah semua,” timpalnya.

Saat ditanyakan kembali terkait tuntutan massa aksi, lagi-lagi Gubernur mengatakan aspirasi dan permintaan harus dengan bukti dokumen.

“Itu maksudnya, mana dokumennya, mana sini. Saya akan bawa, sampaikan ke Bapak Presiden, Bapak DPR RI. Ini loh aspirasi masyarakat pengunjuk rasa di Kaltim, seperti terlampir. Kan seperti itu,” ujarnya.

Terkait adanya pemimpin daerah lain yang melakukan penandatanganan penolakan RUU Omnibus Law di sejumlah daerah, Gubernur menanggapinya diplomatis.

“Saya kan ada hitungannya, kalau datang ke sana, nanti loh kami kan bukan mengundang gubernur. Bisa saja mereka (Mahasiswa,red) ngomong begitu. Kan memang mereka bukan menyampaikan ke Gubernur tapi ke DPR. Tapi saya pro inisiatif, sapa tahu mau ketemu gubernur. Kalau saya ke sana, ujuk-ujuk setor muka, siapa yang undang gubernur. Dasar Gubernur nggak sekolahan” pungkasnya.

Penulis: Ningsih

 

Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya di Google News Headline Kaltim

- Advertisement -

LIHAT JUGA

- Advertisement -

TERBARU

POPULER