Beranda Berita Samarinda Usai Ditemui Wagub, Mahasiswa Kocar-kacir oleh Gas Air Mata

Usai Ditemui Wagub, Mahasiswa Kocar-kacir oleh Gas Air Mata

Wagub Kaltim saat menemui mahasiswa di depan DPRD Kaltim. (Ningsih/headlinekaltim.co)
Advertisement

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Sekitar pukul 18.45 WITA, Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi didampingi oleh Kapolresta Samarinda Kombespol Arief Budiman,  Wakil Ketua I DPRD Kaltim, Muhammad Samsun,Wakil Ketua III DPRD Kaltim, Sigit Wibowo, Anggota Komisi III Syafaruddin, Anggota Komisi II, Sutomo Jabir menemui peserta aksi demo dengan pengawalan ketat dari kepolisian.

Hadi Mulyadi mengatakan, dirinya mewakili Pemerintah Provinsi Kaltim akan menyampaikan aspirasi mahasiswa ke Pemerintah Pusat. “Saya mewakili Gubernur Kaltim mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada mahasiswa yang telah memperhatikan nasib karyawan, nasib buruh, nasib masyarakat Indonesia. Untuk itu saya atas nama Pemprov Kaltim mengucapkan setinggi-tingginya terima kasih atas perjuangan untuk menyampaikan penolakan Omnibus Law UU Cipta Kerja kepada pemerintah pusat,” ucapnya.

“Saya menerima surat yang akan disampaikan, sesuai arahan Gubernur Kaltim, kami siap menyampaikan ke Pemerintah Pusat,” ulang Wagub pada peserta aksi.

Namun, dia enggan menandatangani dokumen penolakan seperti keinginan mahasiswa. Wagub juga meminta kepada massa aksi untuk membubarkan diri. “Sesuai Undang-undang, kita harus bubar malam ini,” pinta Wagub.

Advertisement

Namun, mahasiswa masih tak puas dan memilih bertahan di lokasi. Aparat kepolisian pun dengan tegas meminta massa aksi untuk membubarkan diri.

Peringatan yang disampaikan oleh pihak kepolisian tak direspon oleh peserta aksi. Bahkan, mereka meneriakkan yel-yel dan melakukan orasi. “Disampaikan kepada rekan-rekan mahasiswa segera membubarkan diri dan pulang ke rumah masing-masing,” ujar petugas lewat pengeras suara.

Baca Juga  Kargo Udara Hadir di Bandara APT Pranoto, Mudahkan Pengiriman Jenazah

Pukul 19.18 WITA, tepat saat suara azan Isya menggema, petugas mulai menembakkan gas air mata ke arah massa demonstran dibarengi dengan penyemprotan water canon.

Tak ayal, mahasiswa panik berhamburan menyelamatkan diri.  Pukul 19.43 Wita, petugas kepolisian terus meminta massa aksi untuk membubarkan diri. Berulang-kali peringatan disampaikan kepada mahasiswa untuk membubarkan diri.

Dari pantauan media ini, mobil ambulan terlihat hilir mudik mengangkut korban dari massa aksi demonstrasi.

Penulis: Ningsih

Komentar
Advertisement