src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">

HEADLINEKALTIM.CO – Peralihan musim kini tak hanya menghadirkan langit kelabu dan hujan tiba-tiba. Di balik awan yang bergulung cepat dan suhu yang naik-turun tanpa aba-aba, musim pancaroba menyimpan ancaman nyata bagi kesehatan tubuh manusia. Mulai dari batuk dan pilek yang kerap diremehkan, hingga penyakit serius seperti demam berdarah mengintai dengan ganas, terlebih di daerah tropis seperti Indonesia.
Dokter spesialis penyakit dalam dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia – Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (FKUI-RSCM), dr. Faisal Parlindungan, Sp.PD-KR, membeberkan bahwa musim pancaroba bisa menjadi “lahan subur” bagi berkembangnya virus dan bakteri. Di masa inilah, sistem imun diuji habis-habisan.
“Perubahan suhu yang drastis dan kondisi udara yang lembap dapat meningkatkan pertumbuhan mikroorganisme seperti virus influenza dan enterovirus,” ujar Faisal kepada ANTARA dalam wawancara di Jakarta, Kamis lalu.
Tak sedikit masyarakat yang menganggap sepele batuk atau pilek saat musim peralihan. Padahal menurut dr. Faisal, penyakit-penyakit tersebut bisa menjadi gejala awal dari infeksi yang lebih berat.
“Infeksi saluran pernapasan atas seperti flu, batuk, pilek hingga radang tenggorokan, alergi seperti rhinitis dan asma, gangguan pencernaan, serta demam berdarah adalah beberapa penyakit yang kerap bermunculan,” jelasnya.
Fenomena ini diperparah dengan tingginya kelembapan udara, yang mempercepat perkembangan nyamuk penyebab demam berdarah. Wilayah tropis dengan tingkat curah hujan yang tinggi seperti di Kalimantan, Sulawesi, hingga Sumatera menjadi daerah rawan endemik.
Melindungi tubuh di tengah cuaca yang tak menentu sebenarnya bisa dimulai dari kebiasaan-kebiasaan sederhana. dr. Faisal menekankan pentingnya menerapkan gaya hidup bersih dan sehat.
“Cuci tangan pakai sabun, pakai masker di kerumunan, konsumsi makanan sehat, bersihkan genangan air agar tak jadi sarang nyamuk, serta lakukan vaksinasi flu musiman,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa kekebalan tubuh ibarat benteng pertahanan yang harus dijaga setiap hari, bukan hanya ketika sakit datang menghampiri.
Tidur cukup, kelola stres, olahraga ringan, dan konsumsi makanan kaya vitamin adalah kombinasi ideal untuk menjaga imun tetap prima.
Tak banyak yang menyadari, dapur rumah kita sebenarnya menyimpan “obat alami” untuk melawan penyakit musiman. Buah-buahan seperti jeruk, kiwi, dan stroberi kaya akan vitamin C yang membantu memperkuat sistem imun. Ikan laut, telur, dan yogurt juga menjadi sumber vitamin D serta probiotik yang baik untuk tubuh.
“Jika diperlukan, suplemen seperti vitamin C, D3, dan zinc bisa digunakan sebagai pelengkap, tentu dengan saran dari tenaga medis,” kata Faisal.
Cuaca yang berubah-ubah bukan alasan untuk bermalas-malasan. Menurut dr. Faisal, justru tubuh harus tetap aktif agar peredaran darah lancar dan metabolisme tubuh bekerja optimal.
Ia menyarankan aktivitas ringan seperti berjalan kaki selama 30 menit atau melakukan yoga di rumah. “Olahraga membantu meningkatkan fungsi sel imun tubuh. Tapi jangan lupa tidur cukup, minimal 7 hingga 8 jam sehari,” ungkapnya.
Tak hanya itu, ketika beraktivitas di luar ruangan, perlengkapan seperti jaket, payung, atau jas hujan sebaiknya selalu disiapkan. “Gunakan pakaian berlapis, oleskan sunscreen, dan segera ganti baju jika basah agar tubuh tidak kedinginan,” tambahnya.
Kesehatan tak bisa ditawar, apalagi di masa cuaca yang tak bersahabat. dr. Faisal mengingatkan agar masyarakat lebih waspada dengan mengandalkan teknologi sederhana seperti aplikasi prakiraan cuaca harian sebelum bepergian.
Artikel Asli baca di antaranews.com
Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya