src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Sekretaris Komisi I DPRD Berau, Frans Lewi. (Foto: Riska/headlinekaltim.co) HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Sekretaris Komisi I DPRD Berau, Frans Lewi menyampaikan pernah melakukan Reses di Kampung Capuak, Kecamatan Talisayan dan warga mengeluhkan tingginya biaya mobil jenazah yang harus ditanggung keluarga ketika ada warga meninggal dunia.
“Persoalan ini perlu menjadi perhatian pemerintah daerah agar tidak terus membebani masyarakat yang sedang berduka,” tegasnya.
Ia menjelaskan, ketika ada warga Kampung di Kecamatan Talisayan yang meninggal dunia di rumah sakit, seperti di wilayah Tanjung Redeb atau sekitarnya, pihak keluarga harus mengeluarkan biaya yang cukup besar untuk memulangkan jenazah ke kampung halaman.
“Ini juga menjadi catatan bagi pemerintah. Jangan sampai masyarakat yang sedang berduka justru harus terbebani dengan biaya pemulangan jenazah yang bisa mencapai jutaan rupiah,” ujarnya.
Ia menilai kondisi tersebut sangat memberatkan bagi keluarga yang ditinggalkan, terlebih bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan ekonomi. Karena itu, Frans meminta pemerintah daerah dapat memikirkan solusi agar persoalan tersebut tidak terus berulang.
Menurutnya, pemerintah kampung maupun pemerintah daerah perlu berkoordinasi untuk mencari skema bantuan atau dukungan bagi warga yang mengalami musibah tersebut.
Politikus Partai Hanura ini berharap ke depan ada kebijakan atau program yang dapat membantu masyarakat dalam proses pemulangan jenazah, sehingga keluarga yang ditinggalkan tidak lagi dibebani biaya besar di tengah suasana duka.
“Harapannya tentu ada perhatian dari pemerintah, sehingga masyarakat tidak lagi kesulitan ketika menghadapi situasi seperti ini,” pungkasnya. (Adv44/Riska)