src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
SDN 005 Batu Putih. (Foto: Ist)HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Sekretaris Komisi I DPRD Berau, Frans Lewi, menyoroti masih adanya sekolah di beberapa kampung yang belum memiliki tenaga pengajar untuk mata pelajaran agama. Kondisi tersebut dinilai perlu segera mendapat perhatian dari pemerintah daerah, khususnya Dinas Pendidikan.
Hal itu disampaikannya saat menanggapi berbagai aspirasi masyarakat terkait kebutuhan pendidikan di wilayah kampung. Ia mencontohkan kondisi di Kampung Kayu Indah, Kecamatan Batu Putih yang hingga kini disebut masih mengalami kekurangan pengajar agama.
Menurutnya, persoalan tersebut tidak hanya terjadi pada satu kecamatan saja. Ia menyebut kebutuhan guru agama, baik Kristen, Katolik maupun Islam, juga berpotensi terjadi di sejumlah wilayah lain.
“Bukan hanya di satu kecamatan saja, di beberapa tempat masih ada sekolah yang kekurangan guru agama. Bahkan saya baru mengetahui kalau di Kayu Indah justru belum ada pengajar untuk pelajaran agama,” ujarnya.
Frans Lewi meminta Dinas Pendidikan Kabupaten Berau untuk melakukan pendataan secara menyeluruh terhadap sekolah-sekolah yang belum memiliki guru agama. Pendataan itu penting agar pemerintah daerah dapat mencari solusi agar kebutuhan tersebut dapat segera terpenuhi.
Ia menilai pendidikan agama memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan akhlak peserta didik. Melalui pembelajaran agama di sekolah, siswa dapat dibimbing untuk memahami nilai-nilai moral serta tata cara beribadah sesuai keyakinan masing-masing.
“Pembinaan keagamaan ini juga menjadi harapan para orang tua. Sekolah tidak hanya memberikan pendidikan akademik, tetapi juga membentuk akhlak dan karakter anak-anak,” jelasnya.
Karena itu, ia berharap Dinas Pendidikan dapat menindaklanjuti persoalan tersebut dengan mengecek langsung kondisi di lapangan, sekaligus memetakan sekolah yang belum memiliki pengajar agama.
“Harapan kami, Disdik bisa mengecek semua sekolah yang memang belum memiliki guru agama, sehingga bisa dicarikan solusi agar pembelajaran tetap berjalan,” tutupnya. (Adv39/Riska)