src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Bazar Ramadan kembali hadir di Masjid Agung. (Riska/headlinekaltim.co)HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Menjelang bulan suci Ramadan, persiapan pelaksanaan Pasar Ramadan di kawasan Masjid Agung Baitul Hikmah terus dimatangkan. Panitia memastikan kesiapan seluruh sarana dan prasarana bagi para pedagang takjil yang akan meramaikan bazar tahunan tersebut.
Ketua Pengurus Masjid Agung Baitul Hikmah, H. Kafrawi, menyampaikan bahwa pemohon yang sudah masuk untuk tenda tunggal tercatat sebanyak 15 unit, tenda yang menggunakan meja sebanyak 42 meja. “Untuk Pedagang Kaki Lima (PKL) sementara baru 71. Biasanya lebih ini PKL yang pakai tenda bundar menyerupai payung,” ungkapnya pada Selasa, 3 Februari 2026.
Pihaknya juga memesan sembilan unit tenda tambahan yang saat ini masih dalam perjalanan pengiriman dari Surabaya. Selain itu, panitia juga menyiapkan dua unit tenda memanjang (tenda terop) yang akan diisi oleh 10 PKL dari binaan Baznas.
Terkait biaya sewa, panitia menetapkan adanya penyesuaian tarif dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk tenda tunggal, biaya sewa tahun ini sebesar Rp2.500.000, naik dari tahun lalu yang sebesar Rp2.200.000. Sementara itu, tenda meja dikenakan biaya Rp1.250.000. “Untuk PKL biaya sewanya sebesar Rp500.000 selama Ramadan,” ucapnya.
Ia menilai tarif tersebut masih relatif terjangkau jika dibandingkan dengan lokasi lain. “Kalau di tempat lain seperti GOR, biaya sewa bisa mencapai Rp3.000.000 hanya untuk beberapa hari. Jadi ini tidak terlalu memberatkan pedagang,” jelasnya.
Dirinya mengatakan, seluruh hasil sewa tenda akan digunakan untuk kebutuhan operasional dan perawatan Masjid Agung Baitul Hikmah, termasuk untuk biaya pemeliharaan, honor imam, bilal, petugas radio, serta karyawan masjid lainnya. Pasalnya, masjid tidak memperoleh pendanaan rutin dari pemerintah, Pasar Ramadan menjadi salah satu sumber pendukung keberlangsungan operasional masjid.
Panitia juga menegaskan bahwa masa penggunaan tenda tidak penuh selama 30 hari. Dari satu bulan Ramadan, tiga hari terakhir digunakan untuk persiapan Idulfitri. “Sehingga area bazar harus sudah bersih dan steril menjelang hari raya,” pungkasnya. (Riska)