src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Wakil Ketua DPRD Kaltim Seno Aji mengatakan, untuk mengantisipasi terjadinya Silpa pada APBD Perubahan tahun anggaran 2022 ini, maka pembangunan difokuskan untuk yang bersifat vital dan urgent.
Dikatakan politisi dari partai Gerindra ini, karena sisa waktu yang terbatas, dikhawatirkan dengan mengganggarkan banyak pembangunan, maka tidak akan bisa terlaksana dengan maksimal dan tentunya dikhawatirkan hasilnya akan tidak baik.
Selain itu, kata dia, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim akan tidak fokus pada apa yang akan dikerjakan.
“Di anggaran perubahan misalnya ada nilainya tinggi untuk pembangunan, nah ini kita drob supaya tidak Silpa. Karena kalau membangun sesuatu yang tinggi dengan anggaran perubahan, otomatis kami yakin pemerintah ini tidak akan selesai. Nah ini yang kita drob untuk satu atau dua saja, jadi tidak banyak,” ujarnya pada awak media baru-baru ini.
Disinggung mengenai pembahasan hingga penetapan angka untuk APBD Perubahan tahun anggaran 2022 ini, Seno Aji memastikan pihaknya bersama dengan TAPD Kaltim telah sepakat dengan angka yang disetujui dalam rapat pembahasan KUPA-PPAS Perubahan tahun anggaran 2022.
“APBD Perubahan sudah final dan kita bisa sahkan,” katanya.
Dikatakannya, dalam pembahasan KUA-PPAS tahun 2023 maupun KUPA-PPAS Perubahan 2022 memang ada beberapa kendala, namun hal itu tidak sampai mempengaruhi hal pokok yang harus dibahas dan ditetapkan bersama.
“Kendala tentunya ada, tapi kendala itu hanya teknis saja,” pungkasnya. (Adv/Ningsih)