src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Soal Lonjakan COVID-19 Dalam 3 Hari Terakhir, Ini Penjelasan Jubir Satgas

Soal Lonjakan COVID-19 Dalam 3 Hari Terakhir, Ini Penjelasan Jubir Satgas

2 minutes reading
Friday, 21 May 2021 14:08 189 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Dalam 3 hari terakhir, data dari Dinas Kesehatan Kaltim menunjukkan tren kenaikan kasus baru COVID-19. Lonjakan cukup signifikan jika dibandingkan dengan data sebelum libur Idulfitri 1422 H.

Namun, lonjakan jumlah kasus itu disebut sebagai akibat dari akumulasi hasil pemeriksaan sampel tes swab di labolatorium yang baru saja keluar setelah beberapa hari petugas labolatorium libur.

Hal itu dijelaskan oleh Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kaltim Andi M Ishak pada headlinekaltim.co.

Dia membantah terjadinya penambahan kasus baru COVID-19 di Benua Etam sebagai dampak mudik dan arus balik lebaran.

“Artinya sebelumnya labolatorium banyak libur, tutup, jadi ini akumulasi dari sebagian yang kemarin belum pemeriksaan. Memang dari jumlah sampel yang diperiksa kemarin kecil sekali, kan wajar yang positif ini jadi sedikit. Tapi begitu labolatorium operasional, perlahan juga akan terlihat peningkatan,” terang Andi M Ishak ditemui di lantai 2 Kantor Gubernur Kaltim.

Berdasarkan data infografis COVID-19 yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Kaltim per 20 Mei 2021 mencatat, pada hari itu terjadi penambahan sebanyak 100 kasus baru, 91 kasus sembuh, 8 kasus dirawat dan 1 kasus meninggal.

Beberapa kabupaten/kota yang sejak 2 hari lalu berada di zona merah, kini mulai berkurang. Bahkan, Kabupaten Mahakam Ulu menjadi satu-satunya wilayah di Kaltim yang masuk zona hijau dengan 397 kasus COVID-19.

Kabupaten Panajam Paser Utara masih enggan bergeser dari zona kuning sejak 2 hari lalu. Sedangkan Kabupaten Paser dan Kutai Timur berada di zona oranye. Sementara 6 kabupaten/kota masih “betah” pada posisi zona merah.

Penulis: Ningsih
editor: MH Amal

banner pemkab berau baru
LAINNYA
x