src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Alat Berat Rusak, Puluhan Cangkul Patah! Lihat Lahan Pertanian Garapan Kodim Sekarang…

Alat Berat Rusak, Puluhan Cangkul Patah! Lihat Lahan Pertanian Garapan Kodim Sekarang…

waktu baca 2 menit
Rabu, 4 Agu 2021 19:48 457 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG— Pertama kalinya melihat secara langsung program pengembangan Kawasan Cadangan Pangan Strategis Nasional (KCPSN) di Desa Tanjung Batu Kecamatan Tenggarong Seberang binaan Kodim 0906/Kukar, Bupati Kukar Edi Damansyah dibuat terkagum-kagum.

“Ini program sangat bagus, jangan sampai stop pengembangan, harus tetap lanjut, ” sebut Edi, Rabu 4 Agustus 2021 siang. Dia meninjau lokasi tersebut menemani Kasi Teritorial Korem 091/ASN Letkol Inf Bram Pramudia.

Edi memastikan, penetapan lokasi KCPSN di Tanjung Batu sudah sangat tepat. Ada beberapa kriteria yang sudah dipenuhi Pengembangan KCPSN sudah terkonsep dan tertata dengan rapi. “Penataan kerja yang bagus, tidak lepas dari binaan sosok Dandim Kukar Letkol Inf Charles Alling, ” sebut Edi.

Edi menambahkan, total lahan KCPSN tersebut seluas 460 hektare.  Kawasan yang sudah dibuka menjadi lahan produksi pangan seluas 60 hektare dalam kurun waktu 10 bulan terakhir.

“Ini menunjukan kerja sama lintas Instansi sudah berjalan dengan baik. Harus ada komoditi tertentu yang menjadi ciri khasnya, ” ujarnya.

Edi meminta Desa Tanjung Batu terwujud sebagai Desa Mandiri Pengelolaan Pemerintahan Desa sehingga memberikan kontribusi ke masyarakat. “Minimal, jangan sampai ada masyarakat Tanjung Batu yang tidak tahu ada KCPSN di sini. Nantinya kepentingan dan kebutuhan masyarakat akan saling bersinergi, ” jabarnya.

Dandim 0906/Tenggarong  Letkol Inf. Charles Alling menyebut program pengembangan KCPSN sebagai upaya cadangan pangan sebagai antisipasi krisis pangan. Selain itu, KCPSN diharapkan juga sebagai penunjang Ibu Kota Negara (IKN) baru di Kaltim.

“Kendalanya dalam pembukaan lahan, salah satunya cuaca. Program pengembangan kawasan ini berkelanjutan, kita targetkan sampai tahun 2022 nanti, ” terang Alling.

Sementara itu, salah satu petani yang menggarap KCPSN, Masman mengatakan, perjuangan membuka lahan sangat berat karena kondisi tanah keras. Sebelumnya, lahan difungsikan sebagai lapangan sepak bola.

“Saat kita buka, ada alat berat yang rusak, sudah puluhan cangkul juga yang patah. Namun, akhirnya berhasil juga menjadi kawasan pangan, ini membuat kami senang, ” ceritanya.

Penulis: Andri

Editor: MH Amal

LAINNYA
x