src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> 3.713 PPPK Resmi Dilantik di Kutim, Bupati Ardiansyah Tegaskan Loyalitas dan Kinerja

3.713 PPPK Resmi Dilantik di Kutim, Bupati Ardiansyah Tegaskan Loyalitas dan Kinerja

3 minutes reading
Thursday, 17 Apr 2025 11:07 316 gleadis

HEADLINEKALTIM.CO, SANGATTA – Sebanyak 3.713 pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) resmi dilantik oleh Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman dalam sebuah prosesi megah yang digelar di Gedung Olahraga (GOR) Kudungga, Sangatta, pada Rabu (16/4). Pelantikan ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Kutai Timur dalam mengangkat tenaga honorer secara bertahap menuju reformasi birokrasi yang lebih profesional dan berdaya saing.

Dalam pidatonya, Bupati Ardiansyah menegaskan bahwa tahun 2024 menjadi titik akhir bagi pengangkatan tenaga honorer di Kutim. Dari total 4.703 tenaga honorer, sebanyak 3.713 orang telah resmi menyandang status PPPK, sementara sisanya akan menyusul pelantikannya pada bulan Oktober mendatang.

“2024 merupakan tahun terakhir pengangkatan tenaga honorer di Kutim. Dari 4.703 tenaga honorer, hari ini telah dilantik sebanyak 3.713, sisanya menyusul di bulan Oktober,” ujar Ardiansyah saat memberikan sambutan.

Pelantikan ini menjadi tonggak sejarah bagi para tenaga honorer yang telah mengabdi bertahun-tahun dalam membangun dan melayani masyarakat Kutai Timur. Momentum ini juga disebut sebagai wujud nyata pemerintah daerah dalam mendorong pemerataan lapangan kerja dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

Ardiansyah secara tegas mengimbau seluruh PPPK yang baru saja dilantik untuk bekerja dengan dedikasi, loyalitas, dan tanggung jawab penuh. Ia menekankan pentingnya etos kerja yang dibuktikan setiap hari, bukan sekadar euforia pelantikan.

“Saya ingin saudara sekalian membuktikan kinerja lewat keseharian, bukan hanya saat pelantikan. Semuanya harus menunjukkan dedikasi, loyalitas, serta tanggung jawab,” tegasnya.

Lebih lanjut, Bupati mengingatkan pentingnya disiplin kerja dan kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku di lingkungan birokrasi. Hal ini, menurutnya, menjadi kunci menuju terciptanya pelayanan publik yang prima.

Dalam arahannya, Ardiansyah turut menyoroti konsep ASN Berakhlak sebagaimana ditekankan oleh Presiden RI Prabowo Subianto, yang terdiri dari nilai-nilai berorientasi pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif.

“Capaian negara akan berhasil, jika para pegawai pemerintah memiliki konsep dan karakter yang kuat,” katanya.

Penerapan nilai-nilai tersebut, menurutnya, sangat relevan dalam membentuk aparatur sipil yang siap menghadapi tantangan di era transformasi digital dan birokrasi modern.

Sementara itu, Kepala BKPSDM Kutim, Misliansyah, mengungkapkan bahwa PPPK yang dilantik mayoritas berasal dari formasi tenaga guru, tenaga teknis, dan tenaga kesehatan yang sebelumnya berstatus sebagai Tenaga Kerja Kontrak Daerah (TK2D) di lingkungan Pemkab Kutim.

“PPPK yang diangkat merupakan tenaga kerja kontrak daerah (TK2D), terdiri dari formasi jabatan fungsional, guru, tenaga teknis, dan tenaga kesehatan,” jelasnya.

Namun, dari total 3.713 PPPK yang dilantik, sebanyak 10 orang belum dapat menerima Surat Keputusan (SK) karena masih dalam proses verifikasi administratif.

“SK-nya masih kami tahan. Mereka dalam proses peninjauan terhadap beberapa permasalahan administrasi yang sedang ditangani,” ungkap Misliansyah.

Artikel Asli baca di antaranews.com

 

Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya di Google News Headline Kaltim

banner pemkab berau baru
LAINNYA
x