src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Bukber guru dan pengurus yayasan Gempita.(Sumber : Andri/Headlinekaltim)HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Yayasan pendidikan Gerakan Masyarakat Peduli Kita (Gempita) Kukar yang berdiri tahun 2007 tetap eksis untuk pengabdian kepada masyarakat. Yayasan ini membentuk lembaga pendidikan setingkat KB dan TK.
Pada Sabtu 6 Maret 2026, di Hotel Horison Samarinda, pengurus yayasan mengumpulkan guru yang mengabdi di Kukar. “Acara buka puasa bersama ini adalah momen silaturahmi guru yang mengajar di yayasan Gempita, tersebar di 15 kecamatan se-Kukar,” ujar Kepala sekolah KB dan TK Gempita Loa Janan, Rafii Hamdi.
Kata dia, saat ini, Gempita baru sebatas memiliki KB dan TK. Namun, tetap ada perencanaan pengembangan hingga tingkat SD, SMP dan sekolah sepak bola. “Bahkan, kami sudah mulai perencanaan buat pendidikan tinggi,” jelasnya.
Ketua Gempita Kukar Varia Fadillah menyebut lembaganya belum terlalu besar. Yayasan berdiri sejak 2007 dan membentuk TK dan KB pada 2010. Namun, sekolah yang ada sudah memberikan manfaat kepada masyarakat. “Kami berjuang sudah lama dan guru yang mengabdi di lembaga kami tetap eksis sampai sekarang,” jelasnya.
Varia menuturkan, awal dibukanya sekolah naungan Gempita, guru hanya mendapat honor sekitar Rp 150.000 per bulan. Bahkan, awalnya sempat tidak bergaji. Namun, pendapatan guru terus membaik. “Sekarang sekolah kami sudah mendapat Bantuan Operasional Sekolah (BOS), lumayan membantu pendapatan para guru yang mengabdi,” jelasnya.
Salah satu guru, yang mengabdi di Loa Janan, Nursiah mengakui, awalnya mengajar dirinya tidak mendapatkan gaji. Namun, dia punya prinsip bahwa pengabdian sangat penting demi generasi masa depan. “Asal kita mengabdi dengan ikhlas memberikan ilmu ke masyarakat. Insha Allah ada jalannya untuk mendapatkan kesejahteraan,” terangnya.(Andri)