src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Jubir Satgas Penanganan COVID-19 Kaltim Andi Muhammad Ishak
(Ningsih) HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Juru Bicara (Jubir) Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kaltim Andi Muhammad Ishak mengatakan, tren peningkatan kasus terkonfirmasi positif COVID-19 yang terjadi di Benua Etam masih akan terus terjadi seiring peningkatan kasus secara nasional.
Menurutnya, peningkatan kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Pulau Jawa dan Bali masih akan terus berlanjut dua hingga tiga pekan ke depan. Selanjutnya, gelombang peningkatan kasus akan disusul wilayah di luar dua pulau tersebut.
“Jika melihat tren, maka peningkatan kasus sesuai prediksi. Ini akan terus meningkat, seiring dengan peningkatan kasus di Jawa-Bali. Biasanya dalam 2 hingga 3 Minggu, lalu disusul luar Jawa-Bali,” ujarnya, saat dikonfirmasi Headlinekaltim.co pada Senin petang 6 Februari 2022.
Di Kaltim sendiri, berdasarkan data infografis harian COVID-19 yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Kaltim pada hari ini, tercatat ada 106 kasus aktif. Kabar baiknya, angka kesembuhan sudah mulai meningkat yakni sebanyak 65 kasus. Sedangkan kasus pasien yang dirawat juga mengalami penurunan, tinggal 41 kasus.
Sementara itu, 5 kabupaten/kota sudah berada pada zona merah. Masing-masing adalah Kota Balikpapan, Kota Samarinda, Kota Bontang, Kabupaten Kukar dan Kutim. 4 kabupaten berada pada zona kuning yakni Kabupaten Kubar, Paser, PPU dan Berau. Hanya Kabupaten Mahulu yang masih berstatus zona hijau.
Penyebaran kasus COVID-19 terbanyak terjadi di Kota Balikpapan, Bontang dan Samarinda. Terkait dengan jenis varian Omicron di Kaltim, kata Andi, belum diperoleh hasil resmi dari pemeriksaan. “Hasil WGS (Whole Genome Sequencing) belum ada dari pusat,” katanya.
Andi Muhammad Ishak meminta masyarakat untuk terus meningkatkan disiplin protokol kesehatan serta menjaga daya tahan tubuh. “Terus jalankan disiplin protokol kesehatan, karena COVID masih ada,” pesannya.
Penulis: Ningsih
Editor: MH Amal