src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Isran Noor : Pembangunan Infrastruktur Kesehatan di Kaltim Wajar

Isran Noor : Pembangunan Infrastruktur Kesehatan di Kaltim Wajar

3 minutes reading
Tuesday, 6 Jun 2023 19:18 251 Muhammad Yamin

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Gubernur Kaltim Isran Noor mengatakan, pembangunan infrastruktur kesehatan di Kaltim adalah hal wajar untuk kepentingan masyarakat dan masuk dalam program prioritas.

“Ini wajar kita melaksanakan dan berbuat, bertindak sekaligus bersyukur dengan fasilitas infrastruktur kesehatan, ” ucapnya saat acara peresmian RS Mata Provinsi Kaltim, Selasa 6 Juni 2023.

RS Mata Provinsi Kaltim, kata dia, berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan dan fasilitas untuk urusan kesehatan mata dan penyakit mata. Namun kata dia, tidak semua penyakit mata bisa diobati oleh dokter.

Gubernur juga mengatakan, pembangunan rumah sakit di Kaltim semakin banyak, tidak hanya dilakukan oleh pemerintah, tetapi juga pihak swasta dan instansi vertikal.

“Kita juga sedang membangun perluasan RSUD AW Sjahranie, 8 lantai di sana. Kemarin peletakan batu pertama pembangunan gedung pelayanan jantung terpadu di RSUD Kanujoso Balikpapan. Itu pembangunannya mencapai Rp 400 miliar, hampir setengah triliun. Belum lagi rumah sakit yang dibangun swasta. Banyak rumah sakit swasta yang mengembangkan fasilitas infrastruktur kesehatan, ” sebutnya.

Tak hanya itu saja, menurut Gubernur, TNI dan Polri juga saat ini sedang melakukan pembangunan rumah sakit di Kaltim.

“Kemudian instansi vertikal ada rumah sakit Angkatan Darat. Sekarang membangun rumah sakit di sebelah jembatan. Ini polisi juga mau membangun rumah sakit, tapi kelihatannya minta bantuan juga. Polisi sudah banyak kita bantu, tapi apa boleh buat, memang merupakan tanggungjawab bersama. Karena rumah sakit keberadaannya untuk kepentingan masyarakat di Kaltim. Ini cuma Kejaksaan yang belum ada bangun rumah sakit, ” ujarnya.

Terkait dengan RSUD Korpri Kaltim, diakui Gubernur Isran Noor, memang terjadi beberapa kendala dalam pengerjaannya.

“Rumah sakit Korpri di Jalan Gunung Kelua, di samping GOR Kadrie Oening belum selesai. Itu gara-gara kontraktor-kontraktor lokal. Itu penyakitnya, modalnya DP, tidak memiliki kapasitas yang lain atau persoalan manajemen mereka sehingga agak tertunda, ” ungkapnya.

Sementara itu, sebelumnya Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Jaya Mualimin menyebut, RS Mata Provinsi Kaltim menjadi satu-satunya rumah sakit mata yang ada di wilayah Indonesia bagian Timur, dengan fasilitas lengkap, canggih dan moderen. Bahkan menjadi rujukan kesehatan mata di wilayah timur Indonesia.

“Rumah sakit ini menjadi satu-satunya rumah sakit mata di Kaltim dengan 6 lantai. Terdiri dari ruang UGD, layanan rawat jalan, rawat inap, ruang operasi, perkantoran dengan fasilitas lengkap, moderen dan terakreditasi paripurna kemarin. Alhamdulillah sebagai pusat rujukan kesehatan mata di wilayah timur Indonesia dan penguatan kesehatan mata di wilayah Ibu Kota Nusantara, ” katanya.

RS Mata Kaltim, lanjut dia memiliki keunggulan operasi paling canggih, yakni operasi lasik yang dapat menyediakan pengobatan alternatif jangka panjang untuk bebas dari kaca mata dan lensa kontak.

Kepala Dinas PUPR Kaltim Muhammad Aji Fitra Firnanda menyebut, pembangunan RS Mata Kaltim menelan anggaran hingga Rp 74 miliar dengan desain yang ramah disabilitas dan ramah lingkungan.

“Pengerjaan fisik mulai 2021, dilanjutkan tahun 2022. Dibangun di atas lahan 5.327 meter persegi dengan 6 lantai, ” imbuhnya.

Penulis : Ningsih

banner pemkab berau baru
LAINNYA
x