src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Terminal Lempake Samarinda Siapkan 20 Bus Antisipasi Mudik Lebaran 2026

Terminal Lempake Samarinda Siapkan 20 Bus Antisipasi Mudik Lebaran 2026

3 minutes reading
Wednesday, 11 Mar 2026 10:15 42 gleadis

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Terminal Lempake Samarinda menyiapkan 20 bus mudik Lebaran 2026 untuk mengantisipasi peningkatan penumpang menjelang arus mudik Lebaran 2026. Sejumlah armada bus Terminal Lempake tersebut disiapkan untuk melayani penumpang pada beberapa rute utama dengan tarif bus Samarinda Bontang dan Sangatta yang tetap stabil.

Dilansir dari RRI Samarinda, pengelola Terminal Lempake Samarinda mulai menyiapkan berbagai langkah guna menghadapi potensi lonjakan penumpang pada periode mudik Lebaran 2026. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menyiagakan sekitar 20 bus mudik Lebaran 2026 dari sejumlah perusahaan otobus yang beroperasi di terminal tersebut.

Koordinator Terminal Lempake Samarinda, Suharyanto, mengatakan pihaknya juga akan membuka posko Lebaran untuk mendukung kelancaran arus perjalanan masyarakat selama periode arus mudik Lebaran 2026.

“Posko Lebaran nanti dimulai tanggal 13 sampai 27, atau sekitar H-7 sampai H+7 Lebaran,” kata Suharyanto saat ditemui di kantornya, Selasa, 10 Maret 2026.

Ia menjelaskan, seluruh armada bus Terminal Lempake yang disiapkan berasal dari enam perusahaan otobus (PO). Mayoritas kendaraan yang melayani penumpang sudah dilengkapi fasilitas pendingin udara.

“Total ada sekitar 20 armada dari enam PO, rata-rata busnya sudah AC,” ujarnya.

Puluhan bus mudik Lebaran 2026 tersebut terutama melayani rute perjalanan dari Samarinda menuju Bontang dan Sangatta. Untuk rute Samarinda–Bontang disediakan sekitar 10 unit bus, sementara rute Samarinda–Sangatta dilayani sekitar sembilan unit armada.

Terkait biaya perjalanan, Suharyanto memastikan tarif bus Samarinda Bontang maupun rute lainnya tidak mengalami perubahan. Penumpang tujuan Samarinda–Bontang dikenakan tarif Rp50.000 untuk bus AC dan Rp40.000 untuk bus non-AC.

Namun, armada non-AC saat ini hanya tersisa dua unit dan jarang beroperasi.

“Kalau tujuan Samarinda–Sangatta tarifnya Rp70.000 untuk AC. Non-AC Rp55.000, tapi itu juga jarang jalan,” kata dia.

Jadwal keberangkatan armada bus Terminal Lempake umumnya dimulai pada pagi hari. Bus pertama biasanya berangkat sekitar pukul 08.00 Wita, kemudian dilanjutkan pukul 09.30 Wita, pukul 12.00 Wita, dan keberangkatan terakhir sekitar pukul 15.00 Wita.

“Untuk tujuan Samarinda–Bontang maupun Samarinda–Sangatta jadwalnya kurang lebih sama, keberangkatan terakhir sekitar jam tiga sore,” ujar Suharyanto.

Ia menambahkan, lonjakan penumpang biasanya mulai terlihat menjelang puncak arus mudik Lebaran 2026, terutama sekitar dua hari sebelum Hari Raya Idulfitri.

Dalam kondisi puncak, Terminal Lempake Samarinda dapat melayani setidaknya tujuh unit bus per hari. Dengan kapasitas rata-rata sekitar 30 kursi setiap bus, jumlah penumpang yang terangkut bisa mencapai sekitar 210 orang per hari.

Selain menyiapkan 20 bus mudik Lebaran 2026, pihak terminal juga akan melakukan pemeriksaan kelayakan kendaraan atau ramp check sebelum masa mudik dimulai.

Pemeriksaan tersebut dilakukan bersama sejumlah instansi terkait, termasuk kepolisian, Dinas Perhubungan Provinsi, UPTD terminal, serta petugas pengujian kendaraan dari pemerintah kota.

“Nanti ada ramp check dari kepolisian, Dinas Perhubungan provinsi, UPTD terminal, dan pengujian kendaraan dari pemerintah kota untuk memastikan bus layak jalan,” kata Suharyanto.

Ia juga mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan selama mudik Lebaran 2026 agar mempertimbangkan penggunaan transportasi umum karena dinilai lebih efisien dari sisi biaya.

“Kalau masyarakat ingin lebih hemat, sebaiknya menggunakan transportasi umum dari terminal,” ucapnya.

 

WhatsApp
Berita Terkini, Ikuti Saluran WhatsApp headlinekaltim.co

Gabung

banner pemkab berau baru
LAINNYA
x