src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
BPBD Samarinda Temukan Titik Awal Longsor di Puncak (Foto : RRI/ BPBD)HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Peristiwa longsor Samarinda menjadi perhatian setelah terjadi pergerakan tanah di kawasan permukiman warga. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda langsung turun ke lokasi untuk menelusuri sumber longsor sekaligus melakukan langkah penanganan guna mencegah risiko longsor susulan.
Dilansir dari RRI Samarinda, longsor tersebut terjadi di Jalan Perjuangan, Gang Griyatama Blok B Nomor 16 RT 104, Kota Samarinda. Peristiwa itu sebelumnya dilaporkan oleh warga setempat setelah terjadi pergerakan tanah di area permukiman.
Kepala BPBD Samarinda, Suwarso, menjelaskan bahwa tim BPBD telah melakukan pengecekan langsung di lapangan untuk memastikan titik awal penyebab longsor. Penelusuran dilakukan dengan menyisir area bagian atas yang diduga menjadi sumber pergerakan tanah.
“Hasil pengecekan di lapangan, tim kami sudah menemukan titik dasar penyebab longsor. Lokasinya berada di bagian atas atau tepatnya di puncak area tersebut,” ujarnya, Senin, 9 Maret 2026.
Setelah menemukan titik utama penyebab longsor, tim BPBD segera melakukan langkah penanganan di lokasi tersebut. Upaya ini dilakukan untuk mengurangi potensi longsor susulan yang dapat membahayakan warga di sekitar kawasan itu.
“Sekarang sedang dilakukan penanganan di titik tersebut oleh tim di lapangan agar kondisi tanah bisa lebih stabil dan tidak memicu longsor lanjutan,” ucapnya.
BPBD Samarinda juga mengingatkan warga yang tinggal di sekitar lokasi untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi. Hal ini karena kondisi tanah di kawasan tersebut masih tergolong labil.
Selain itu, masyarakat diminta segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan tanda-tanda pergerakan tanah, seperti munculnya retakan di area sekitar rumah atau permukiman. Langkah tersebut dinilai penting agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat sebelum kondisi semakin membahayakan.
Saat ini tim BPBD bersama unsur terkait masih berada di lokasi untuk melakukan pemantauan sekaligus penanganan lanjutan. Langkah tersebut dilakukan guna memastikan kondisi wilayah benar-benar aman bagi warga yang tinggal di sekitar area longsor.