src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Kasus Kematian COVID-19 Tembus 53 Kasus, Samarinda Terbanyak

Kasus Kematian COVID-19 Tembus 53 Kasus, Samarinda Terbanyak

2 minutes reading
Sunday, 11 Jul 2021 17:43 264 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Kasus kematian akibat COVID-19 di Kalimantan Timur hari ini pecah rekor. Data hari ini tertinggi dari angka kematian sejak tahun 2020 lalu. Yakni mencapai 53 kasus.

Samarinda menjadi kota penyumbang terbanyak kasus kematian COVID-19, sebanyak 17 kasus. Bahkan kematian akibat COVID-19 di kota ini sejak 3 hari terakhir membuat miris.

Setiap hari deretan mobil ambulan terlihat mengantarkan jenazah ke pemakaman khusus COVID Serayu, Tanah Merah. 4 rumah sakit rujukan pasien COVID-19 di Samarinda juga penuh hingga menerapkan daftar tunggu untuk pelayanan IGD.

Data infografis COVID-19 yang dirilis Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim per Minggu, 11 Juli 2021 tercatat, terdapat lonjakan kasus terkonfirmasi positif COVID-19 baru sebanyak 1.134 kasus dalam rentang waktu 24 jam terakhir.

Kondisi ini juga mempengaruhi jumlah pasien COVID-19 yang dirawat, yakni bertambah 659 kasus. Sementara angka kesembuhan juga bergerak naik, walaupun hanya berada di angka 422 kasus.

Rincian data kasus di 10 kabupaten/kota yang masih masuk dalam kategori tertinggi penularan berada di Balikpapan, sebanyak 291 kasus dengan 15 kasus kematian. Bontang 192 kasus terkonfirmasi positif COVID-19 baru dan 5 kasus meninggal. Kutai Kartanegara sebanyak 187 kasus positif COVID-19 baru dan 4 kasus meninggal.

Lalu, Kutim 116 kasus positif COVID-19 baru dan 2 kasus meninggal. Berau 101 kasus positif COVID-19 baru dan 4 kasus meninggal. Kubar 85 kasus positif COVID-19 baru dan 1 kasus meninggal. Samarinda 78 kasus positif COVID-19 baru dengan kasus kematian terbanyak, yakni 17 kasus.

Menyusul PPU 35 kasus positif COVID-19 baru dan 3 kasus meninggal. Mahakam Ulu 28 kasus COVID-19 baru. Paser 21 kasus positif COVID-19 baru dengan 2 kasus meninggal.

“Jumlah yang terinfeksi COVID-19 terus meningkat, karenanya masyarakat harus disiplin protokol kesehatan 5M,” pesan Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Samarinda dr Ismed Kusasih yang dihubungi media ini terkait lonjakan kasus COVID-19 di Kaltim mengakui peningkatan pasien di rumah sakit. Pihaknya juga mempersiapkan perekrutan tenaga kesehatan untuk menangani pasien COVID-19.

“Ya, ada peningkatan kapasitas bed COVID-19. Maka itu mempersiapkan tenaga kesehatan untuk COVID-19,” ucapnya pada headlinekaltim.co melalui pesan singkat WhatsApp.

Apakah Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda akan mencari lokasi lain untuk mengantisipasi lonjakan pasien seperti memanfaatkan wisma atlet ataupun tenda perawatan? “Belum,” ucapnya.

Penulis : Ningsih
Editor: MH Amal

LAINNYA
x