src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Bisnis Merugi, Kapal

Bisnis Merugi, Kapal

2 minutes reading
Friday, 12 Jan 2024 18:04 282 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Semangat membangun bisnis traveling melalui kapal Houseboat berbendera The Queen Orca Tenggarong, ternyata mengalami bangun jatuh dalam menjalankan bisnis tersebut, per 10 Januari 2024, manajemen menyatakan diri stop operasional.

“Dengan berat hati, kami harus stop operasional bisnis kapal wisata susur sungai Mahakam, yang kami jalani selama 4 tahun,” ucap Manajer Queen Orca, Dedi Sudarya, yang biasa disapa Nala Arung, Jumat 12 Januari 2024.

Dedi tidak sungkan-sungkan menceritakan perjalanan bisnis Queen Orca kepada Headlinekaltim. Dengan bermodalkan semangat bisnis, PT Gherati mengambil alih bisnis perorangan tersebut, masuk kedalam ranah bisnis manajemen profesional, dan secara resmi berjalan pada 2020 yang lalu.

Tiga bulan awal menjalankan bisnis, sudah mulai bermunculan pihak yang memakai jasa Queen Orca untuk berlibur, namun “pil pahit” harus ditelan manajemen, masuknya badai pandemi COVID-19.

“Untungnya masih ada yang memakai jasa kami,” sebutnya.

Terombang ambing melewati badai COVID-19 membuat bisnis semakin tergerus, belum lagi beban operasional yang terlalu besar. Dedi mengklaim, operasional terbesar ada pada konsumsi BBM Solar kapal, yang menggunakan konsumsi Dexlite yang merupakan solar non Subsidi, apalagi untuk trip terjauh sampai ke Kutai Barat.

“Jika sampai Kubar, kami menghabiskan 1 ton lebih Dexlite,” ucapnya.

Gelagat semakin tidak menguntungkan, dirasa pada tahun 2022, manajemen dengan terpaksa lagi menutup paket pariwisata susur sungai Mahakam beberapa trip, diganti dengan hanya sewa kapal saja. Untung masih ada perusahaan yang mau menyewa kapal. Dan pada 2023 semakin sepi order sewa kapal Queen Orca.

“Ya, Kami rugi menjalankan bisnis ini,” keluh Dedi.

Ketua Komunitas OI Kaltim ini, juga terasa berat dengan stop operasional Queen Orca sampai batas waktu yang tidak bisa ditentukan. Karena nasib empat orang karyawan tetap juga harus difikirkan serta dua orang karyawan tidak tetap yang selama membersamai queen orca. Selama operasional baik untuk atau rugi pendapatan, gaji karyawan tetap kita bayarkan.

“Yang paling terasa berat, adalah kapten kapal, yang sudah 10 tahun menjalani kapal besar tersebut,” ujarnya.

Evaluasi sementara manajemen, bahwa animo masyarakat untuk berwisata susur sungai mahakam sudah semakin menurun drastis. Selain itu evaluasi internal, apakah perlu dilakukan join dengan investor lagi, dalam mengelola kapal, yang nantinya kapal perlu dilakukan perbaikan dan perawatan besar-besaran. Ditambah tidak stabilnya harga BBM,

“Sayangnya juga, ada beberapa Investor yang berminat, tapi tidak ada tindak lanjutnya sampai sekarang,” terangnya.(Andri)

 

Ikuti Saluran whatsapp Headline Kaltim dan Google News Headline Kaltim untuk pembaruan lebih lanjut tentang berita populer lainnya

banner pemkab berau baru
LAINNYA
x