src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Bupati Sri Juniarsih. (Riska)HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Menanggapi tawaran Gubernur Zainal Arifin Paliwang agar Berau pindah bergabung ke Provinsi Kaltara, Bupati Berau Sri Juniarsih angkat bicara.
Menurutnya, ini perlu mempertimbangkan keuntungan dan kerugiannya.“Sejauh ini hubungan Berau dengan Kaltara terjalin dengan baik. Jadi biarkan semuanya berproses, dan saya juga harus mengkaji dan mempertimbangkan hal ini,” jelasnya.
Sri mengatakan, walaupun tidak bergabung dengan Provinsi Kaltara, kedua daerah masih dapat bekerjasama dalam sektor ekonomi, pembangunan, pendidikan dan lain sebagainya.
Apalagi, kata Sri, Berau dan Kaltara memiliki hubungan sejarah terkait terbentuknya Provinsi Kaltara.
Wakil Bupati Berau Gamalis menyebutkan, Berau bisa dibilang anak dari Provinsi Kalimantan Timur. Perlu koordinasi juga dengan Provinsi Kaltim terkait hal ini.
“Dan ini juga tergantung dari elemen masyarakat Berau sendiri. Apakah masyarakat setuju atau tidak,” ucapnya.
Wakil Ketua I DPRD Berau Syarifatul Sya’diah menuturkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau harus memikirkan secara matang terkait tawaran tersebut. Bagaimana dampaknya jika bergabung dengan Provinsi Kalimantan Utara.
“Jika dilihat secara geografis Kabupaten Berau dan Kaltara jaraknya memang dekat. Namun, ada hal lain yang harus dipertimbangkan,” tuturnya.
Penulis: Riska