src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Suasana pelatihan penguatan IKM di SMPN 1 Loa Kulu.(sumber : Kepsek Fadriansyah)HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG– Kepala SMPN 1 Loa Kulu, Fadriansyah menyatakan kesiapan sekolahnya mewujudkan Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) bagi anak didik. Peningkatan kapasitas guru juga sudah dilakukan.
“Kita kirim 10 guru untuk ikut bimbingan teknis (Bimtek) IKM yang digelar Disdikbud Kukar pada 9-11 Juli 2023 lalu bersama guru Loa Janan dan Sangasanga,” tutur Fadriansyah, Senin 24 Juli 2023, di ruang kerjanya.
Dirinya juga berinisiatif menggelar pelatihan IKM secara internal yang diikuti seluruh guru di SMPN 1 Loa Kulu pada 20-22 Juli 2023. Kegiatan dihadiri Kabid SMP Disdikbud Kukar, Eryadi.
“Pemateri yang kami hadirkan Aris Setiawan, selaku pengajar praktek IKM yang sudah berpengalaman sebagai guru dan dosen, serta sebagai penulis,” ucapnya.
Untuk langkah awal, IKM akan diterapkan selama 6 bulan terlebih dahulu dan nanti akan dievaluasi kembali. Penunjang penerapan IKM di SMPN 1 Loa Kulu adalah satu orang guru penggerak, Tuti Andriani dan dua orang calon guru penggerak.
“Untuk pelatihan kemarin khusus kelas 7, sedangkan Bimtek dikhususkan penerapan di kelas 8 dan 9,” tegasnya.
Salah satu peserta Bimtek dan pelatihan IKM, Katrin Fitriah menyebut IKM harus disambut positif oleh guru karena bagian dari penyempurnaan kurikulum 2013.
Dari IKM menitik beratkan pada Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yang fokus pada penguatan karakter siswa, nilai-nilai ketuhanan, inovasi, peduli lingkungan dan semangat gotong dengan menyesuaikan kearifan lokal. Seperti pengelolaan limbah sampah menjadi nilai bermanfaat.
“Kami juga menjalankan IKM tidak harus sendirian hanya satu guru yang menjalankan, bisa berkolaborasi antarguru beda mata pelajaran, seperti guru agama dengan guru mapel lain, bisa dikolaborasikan,” paparnya.(Andri)