src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Seno Aji : Serapan APBD 2022 Minim Akibat Lelang Lambat

Seno Aji : Serapan APBD 2022 Minim Akibat Lelang Lambat

2 minutes reading
Wednesday, 31 Aug 2022 12:22 315 Muhammad Yamin

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Menanggapi sorotan tajam anggotanya pada kinerja Biro Pengadaan Barang dan Jasa (Barjas) Setdaprov Kaltim, Wakil Ketua DPRD Kaltim Seno Aji mendukung.

Dikatakannya, bukan tanpa alasan seluruh anggota DPRD Kaltim meminta agar Gubernur Kaltim melakukan evaluasi terhadap kinerja Plt Biro Barjas Setdaprov Kaltim, yang dinilai lamban melaksanakan lelang-lelang proyek pembangunan di Kaltim.

Dengan kondisi seperti itu, kata Seno Aji, berdampak pada serapan anggaran APBD Murni tahun 2022 menjadi rendah, yang akhirnya berujung pada Silpa.

“Memang terjadi proses tender lambat, sehingga penyerapan kita di anggaran murni juga belum signifikan. Ini yang selalu disampaikan oleh teman-teman di Karang Paci,” ujarnya pada awak media beberapa waktu lalu.

Masih kata dia, banyak persoalan yang muncul di Biro Barjas Setdaprov Kaltim untuk lelang-lelang proyek. Bahkan, lanjut dia, ada lelang yang sudah selesai, tapi di lelang ulang. Sehingga, anggota DPRD Kaltim meminta pemerintah segera mengambil sikap tegas untuk masalah tersebut.

“Supaya ini bisa didorong, ditingkatkan. Karena kadang sudah lelang, sudah selesai lelang tapi di drop lagi untuk dilelang ulang. Ini selalu terjadi begitu, makanya ada beberapa anggota minta agar Barjas diganti atau dirolling, supaya penyerapan lebih baik dan lebih cepat,” katanya.

Sementara itu, dengan dengan lelang proyek yang angkanya tidak sampai 30 persen dari Pagu anggaran yang ditetapkan, keputusan dan kewenangan Plt Biro Barjas Setdaprov Kaltim dipertanyakan mengenai aturan untuk menentukan angka di bawah dari yang ditetapkan.

“Dengan nilai proyek tidak sampai 30 persen, ini memang menjadi kendala. Juga dalam peraturan Presiden disampaikan begitu, tidak ada yang mengunci atau membuat proyek itu dengan baik. Jadi, pihak Barjas yang penting ada tender, padahal itu tidak boleh,” terangnya.

Dengan menentukan pemenang lelang asal-asalan dan angka yang diluar kewajaran, Seno Aji memastikan akan berdampak pada kualitas proyek yang buruk.

“Pasti berdampak kualitas akan jelek dan kita tidak menghasilkan barang yang baik, sesuai dengan spesifikasi kita,” pungkasnya. (Adv/Ningsih)

banner pemkab berau baru
LAINNYA
x