src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Kericuhan Pembukaan Musyawarah Wilayah KKSS yang ke 8 di Hotel Mercure Samarinda, Rabu (3/3/2021) malam (foto: Ningsih/headlinekaltim.co) HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Perhelatan pembukaan acara Musyawarah Wilayah (Muswil) Kerukunan Keluarga Besar Sulawesi Selatan (KKSS) ke-8 Provinsi Kaltim yang dilaksanakan di hotel Mercure Samarinda lantai 3 tadi malam sempat diwarnai kericuhan.
Mereka bergabung di satu kelompok kecil, yang sejak awal acara berlangsung hingga acara selesai beberapa kali menciptakan “riak-riak” kecil di sela acara. Namun demikian, salah satu acara bergengsi organisasi kerukunan tersebut tetap berlangsung lancar.
Acara Muswil KKSS Provinsi Kaltim ke-8 ini dibuka oleh Gubernur Kaltim Isran Noor. Tampak pula hadir Walikota Samarinda Andi Harun, Anggota DPR RI Rudy Mas’ud, Anggota DPD RI KH Muhammad Idris, unsur Anggota DPRD Kaltim, sejumlah tokoh partai politik, tokoh masyarakat dan tokoh agama.

Isran Noor saat membuka acara menyampaikan harapan yang besar kepada KKSS Kaltim, untuk dapat bersama Pemprov Kaltim bergandengan tangan membangun Kaltim bersama.
Orang nomor satu di Kaltim ini menilai, sampai saat ini belum ada yang menandingi kuatnya silaturahmi seperti paguyuban KKSS.
“Karena dia (KKSS, red) merupakan paguyuban penuh gengsi yang memilih banyak orang di perantauan, tentu itu sebuah prestise. Sebuah harapan yang mungkin secara manusiawi kita perlukan,” ucapnya.
Gubernur Isran juga mengatakan, Kaltim adalah daerah yang terbuka menerima kedatangan saudaranya dari arah manapun. Dan Kaltim, kata dia, sampai saat ini tidak pernah terjadi konflik SARA, walaupun begitu banyak keragaman suku di dalamnya.
“Ini adalah sebuah kondisi dimana Kaltim adalah tempat anak bangsa berbagai adat, budaya, agama. Ini yang harus dipelihara bersama. Tetap jaga kondusifitas bersama,” pesannya.
Dirinya pun berpesan, pelaksanaan Muswil KKSS Kaltim ke-8 ini untuk menjadi forum silaturahmi, kesepakatan yang penuh kekeluargaan seperti tujuan keberadaan KKSS itu sendiri.
“Persaingan itu biasa, ketika kalah menang biasa. Bagi saya, kalah itu biasa tapi kalau menang itu luar biasa,” pesannya lagi.
Sebelumnya Ketua DPD KKSS Muchlis Patahna mengatakan, salah satu tujuan didirikannya KKSS ini adalah bagaimana menjaga nilai budaya Sulawesi Selatan.
“Apa itu nilai budaya Sulsel? khususnya pada pemimpin KKSS di wilayah ini sejatinya adalah mempunyai jiwa dan nilai Siri Napacce. Berani menegakkan kebenaran dan konsisten, itu tujuan kita KKSS,” katanya.
Muchlis berharap pelaksanaan Muswil ke-8 KKSS Kaltim dilaksanakan sesuai konstitusi yang ada di KKSS.
“Harapan saya pada yang bermuswarah besok, ikuti konstitusi kita, ada langkah musyawarah untuk memungkinkan aklamasi. Karena nanti di ujung pasti hanya satu terpilih. Saran saya kalau ada ketuanya, kita bisa berembuk tapi kalau tidak, kita taati mekanisme organisasi. Mudah-mudahan ini dapat menghasilkan pemimpin yang bisa menggerakkan perekonomian Kaltim,” ujarnya.
Pada acara Muswil KKSS Kaltim ke-8 memunculkan dua kandidat terkuat sebagai Nahkoda di KKSS Kaltim, mereka adalah Rudy Mas’ud dan Alimuddin Latif.
Terpisah, setelah mengikuti acara pembukaan Muswil KKSS Kaltim, Rudy Mas’ud mengaku, dirinya belum mengetahui pencalonan dirinya sebagai Ketua KKSS Kaltim.
Namun begitu, ia memastikan siap jika diamanatkan untuk dicalonkan sebagai orang nomor satu KKSS Kaltim. Terkait dengan calon rivalnya Alimuddin, Ia menyebut tak masalah karena mereka adalah bersaudara.
“Saya belum tahu, tapi kalau itu diamanahkan, kita lihat situasi dan kondisi, sepanjang semuanya sesuai prosedur Insyaallah kita siap, ” katanya pada awak media.
“Saya belum tahu siapa yang mendaftar karena skejulnya baru besok (hari ini, red). Nggak masalah bang Alimuddin, kan saya punya abang. Nanti kita lihat bagaimana dinamikannya,” lanjut dia.
Rudy Mas’ud membantah isu yang menyebut partai politik tidak berhak menjadi bagian dari unsur Ketua di KKSS.
Penulis: Ningsih
Editor: Amin