Beranda PENDIDIKAN Sengketa Lahan SDN 019 Samboja Tak Tuntas Selama 13 Tahun

Sengketa Lahan SDN 019 Samboja Tak Tuntas Selama 13 Tahun

Sengketa Lahan SDN 019 Samboja Tak Tuntas Selama 13 Tahun
Kabid SD Tulus Sutopo. (Foto: Andri/headlinekaltim.co)

HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG– Persoalan lahan SDN 019 Samboja, Kutai Kartanegara tak pernah tuntas selama 13 tahun. Ini membuat prihatin anggota Komisi IV DPRD Kukar, Abdul Wahab.

Dia meminta persoalan tersebut segera diselesaikan oleh Pemerintah Kabupaten Kukar. “Sengketa lahan di SDN 019, tidak ada penyelesaian hingga saat ini, ” ucap Wahab, Kamis 18 Februari 2021.

Ketua Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Kukar ini menjabarkan, ahli waris belum mendapatkan dana pembebasan lahan, sedangkan bangunan SD tersebut sudah difungsikan sejak lama.

“Bisa saja, salah satu anggota keluarga yang menghibahkan lahan, ada yang menuntut ganti rugi, ini kerap terjadi di Kukar, ” ungkapnya.

Advertisement

Kabid SD Disdikbud Kukar, Tulus Sutopo mengakui persoalan yang dialami SDN 019 Samboja sangat rumit. Sampai sekarang belum ada solusinya.

“Persoalan sengketa lahan tersebut muncul sejak lama, dari tahun 2008. Lahan yang bermasalah seluas 75×75 meter, ” ucap Tulus.

Tulus mengatakan pihaknya sudah tidak memiliki kewenangan untuk membebaskan lahan sekolah. “Kewenangan membebaskan lahan saat ini adalah Badan Pertanahan Nasional (BPN), Disdikbud hanya mefasilitasi saja,” ucapnya.

Berapa nominal yang diminta ahli waris pemilik lahan SDN 019 tersebut, Tulus belum mengetahui secara pasti. Namun, harga harus sesuai Nilai Jual Obyek Pajak (NJOP) yang akan dihitung oleh BPN. “Harga yang dikeluarkan BPN itu yang menjadi acuan pembebasan lahan, ” ujarnya.

Baca Juga  Kubu Edi-Rendi Sebut KPU Kukar Objektif, Barisan Kolom Kosong Anggap Berpihak

Tulus juga membenarkan persoalan sengketa lahan kerap terjadi di beberapa sekolah di Kukar. Awalnya sekolah mendapatkan hibah lahan dari seseorang tanpa keterangan hibah. Setelah pihak yang menghibahkan lahan meninggal dunia, salah satu ahli warisnya menuntut ganti rugi.  “Beberapa sekolah sudah ada yang menyelesaikan persoalan serupa, ” pungkasnya.

Penulis: Andri

Editor: MH Amal

Komentar