src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Pupuk Subsidi Langka karena "Permainan", Bupati Edi Ingin BUMDes Main Pupuk

Pupuk Subsidi Langka karena “Permainan”, Bupati Edi Ingin BUMDes Main Pupuk

waktu baca 2 menit
Kamis, 19 Agu 2021 00:58 279 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG- Selain berkonsentrasi memutus mata rantai penyebaran COVID-19, Bupati Kutai Kartanegara Edi Damansyah juga sedang berupaya memotong mata rantai distribusi pupuk bersubsidi yang langka. Petani makin sulit mendapatkannya.

“Saya mendapat keluhan dari petani, sulit mendapatkan pupuk bersubsidi. Ini akan kita putus mata rantai distribusinya karena ada oknum yang tidak bertanggungjawab memainkannya,” cetus Bupati Edi, belum lama ini.

Selain itu, Edi juga akan mengevaluasi program bantuan pertanian yang bersumber dari APBD. “Program pertanian pengembang lahan pertanian cuma sekali panen saja. Ini terkesan menghilang tanpa jejak. Idealnya, hasil panen diputar lagi untuk penguatan ekonomi masyarakat,” harap Edi.

Edi punya gagasan agar kebutuhan pupuk petani bisa diperoleh melalui BUMDes saja. “Nantinya, desa bisa membuat pabrik pupuk mini atau skala kecil yang dikelola BUMDes, ” sarannya.

Menurutnya, sektor pertanian sudah ditetapkan pengganti Migas dan batu bara. Hal ini harus diseriusi secara bertahap. Mulai dari infrastruktur pertanian seperti membangun embung untuk memperlancar sistem pengairan.

Menanggapi kelakaan pupuk bersubsidi di Kukar, Kadis Pertanian dan Peternakan Kukar, Sutikno, menjelaskan persoalan yang dihadapi petani.

Kata dia, bisa saja ada usulan kelompok tani yang belum masuk ke sistem elektronik rencana definitif kebutuhan kelompok atau e-RDKK. Selain itu, kebutuhan pupuk bersubsidi tidak sebanding dengan jatah yang diberikan Pemerintah Pusat.

“Ada juga peralihan produksi pupuk NPK jenis Phonska, dari PT Pupuk Kalimantan Timur(PKT) ke Petro Kimia. Kalau jenis pupuk NPK lainnya aman saja produksinya, ” jelasnya.

Penulis: Andri

Editor: MH Amal

LAINNYA
x