27.5 C
Samarinda
Wednesday, June 16, 2021

Sabar, Kementrian Belum Izinkan Jembatan Mahkota II Dibuka

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Usai longsor yang terjadi tepat di dekat pilar utamanya, Jembatan Mahakam Kota (Mahakam) II Samarinda belum akan dibuka hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Hal itu langsung disampaikan oleh Wali Kota Samarinda Andi Harun, yang didampingi oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Samarinda Heru Mardanus.

Andi Harun mengatakan sebenarnya ada rekomendasi pembukaan jembatan Mahkota II. Namun, jika terjadi insiden, yang memiliki kewenangan untuk memberikan izin bisa dibuka atau digunakan kembali adalah kewenangan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Pembangunan Jembatan.

“Maka dilayangkanlah surat, setelah dilayangkan surat, maka kita mendapatkan jawaban dari kementerian,” ungkapnya saat menggelar jumpa pers di Balaikota Samarinda. Selasa 11 Mei 2021.

Mantan Wakil Ketua DPRD Kaltim tersebut mengatakan surat itupun langsung mendapatkan balasan pada hari yang sama saat dikirimkan, pada 10 Mei 2021, dengan nomor 620/100.07/26/2021 perihal Permohonan Pembukaan Kembali Jembatan Mahkota lI Samarinda.

“Surat balasan tersebut menyampaikan beberapa catatan yang harusnya dituntaskan oleh Pemerintah Kota Samarinda, dan keputusan bahwa Jembatan Mahkota II belum diizinkan dibuka,” ujarnya.

Andi Harun menjelaskan bahwa semua hal sudah dilengkapi terkecuali masalah pengecekan keretakan. Pasalnya alat yang bernama Crack Detection Microscope (CDM) masih menunggu pengiriman dari DKI Jakarta.

“Ini semua sudah kita laporkan kecuali soal keretakan, karena harus menunggu alatnya. Dan itu tidak ada di sini, kita sudah pesan, kita sudah inden itu alat,” jelasnya.

Dia juga meminta kepada seluruh masyarakat Samarinda agar bersabar.
“Saya beserta jajaran Pemkot Samarinda mohon pengertian dan kesabaran warga. Mungkin ini memang berat, tapi percayalah pemerintah mengambil kesimpulan belum bisa membuka ini,” bebernya.

“Selain terkait teknis, tetapi ini juga bentuk ke hati-hatian dan agar tidak berspekulasi demi keselamatan warga,” sambungnya.

Kendati demikian, kata dia, dalam 6 minggu ke depan akan ada kesimpulan kapan jembatan kembali dibuka.

“Kalau dari sisi teknis sudah bisa. Kecuali soal keretakan yang harus dianalisa menggunakan alat crack detection microscope dan jika hasilnya sudah keluar, akan direkomendasi lagi,” pungkasnya.

Penulis: Riski
Editor: MH Amal

Komentar

- Advertisement -spot_img

LIHAT JUGA

- Advertisement -spot_img

TERBARU

spot_img
Komentar