25.1 C
Samarinda
Thursday, December 1, 2022

OPD Dirampingkan, Pemkot Samarinda Tata Ulang PTTH dan PTTB 

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Wali Kota Samarinda, Andi Harun menggelar rapat membahas restrukturisasi jabatan di wilayah Pemerintahan Kota Samarinda, Selasa 18 Mei 2021 di Ruang Rapat Wali Kota Samarinda.

“Jadi ini kan pelimpahan jabatan struktural ke fungsional batas akhir di Bulan Juni. Karena apabila lewat dari Bulan Juni, akan dilakukan assesment atau seleksi,” ungkap Andi Harun.

Dia menjelaskan, pihaknya akan tetap menganalisa kebutuhan Pegawai Tidak Tetap Harian (PTTH) dan Pegawai Tidak Tetap Bulanan (PTTB) di tiap OPD dan beban kerja OPD sendiri.

“Kita juga menganalisa kemampuan APBD kita dan kaitannya dengan kebutuhan pegawai,” jelasnya.

Sekretaris Daerah Kota Samarinda Sugeng Chairuddin menambahkan perampingan birokrasi juga akan dialami OPD. Saat ini, OPD di Kota Samarinda berjumlah 34.

“Jadi ada perampingan OPD, implikasinya ‘kan pegawainya berkurang, termasuk PTTH. Aturan kita kan memang memperbolehkan ada PTTH, terapi kemampuan keuangan kita terbatas,” kata Sugeng.

Dari data yang sementara yang dihimpun oleh BPKAD, jumlah PTTH di Kota Samarinda berkisar 4.993 dan PTTB berjumlah 1.250 sehingga jumlah keduanya ialah 6.243 orang.

“Jadi kita kasih parameternya. Kita lihat satu OPD memerlukan tenaga berapa. Apabila perlu 100, tapi adanya 70 bisa ditambah 30,” jelas Sugeng.

Disinggung mengenai sanksi apabila melebihi batas waktu yang diminta pemerintah pusat, Sugeng menjawab akan ada kerugian bagi ASN.

“Jadi yang rugi ASN sendiri karena untuk mendapatkan jabatannya harus melalui assesment. Kalau untuk pemkot sendiri, pasti ada sanksi tapi belum ada informasi dari pusat terkait hal tersebut,” tandasnya.

Langkah awal, Pemkot Samarinda mengkaji terlebih dahulu data OPD, setelah itu akan dibuatkan draft pengajuan revisi Perda atau Perwali.

Penulis: Riski
Editor: MH Amal

Komentar
- Advertisement -

LIHAT JUGA

TERBARU

- Advertisement -