src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Anggaran Rp 500 Triliun untuk IKN Jangan Dipersoalkan, Isran: Kaltim Mampu Hasilkan Lebih Rp 220 Triliun

Anggaran Rp 500 Triliun untuk IKN Jangan Dipersoalkan, Isran: Kaltim Mampu Hasilkan Lebih Rp 220 Triliun

2 minutes reading
Thursday, 3 Feb 2022 21:49 295 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Gubernur Kaltim Isran Noor meminta kepada seluruh pihak untuk tidak mempersoalkan anggaran pembangunan IKN Nusantara yang ditetapkan sebesar Rp 500 triliun.

Menurut dia, justru anggaran pembangunan tersebut masih sangat kecil jika dibandingkan dengan uang yang disetor oleh Kalimantan Timur ke Pemerintah Pusat.

“Anggaran untuk pembangunan Ibukota yang merupakan untuk kepentingan bangsa sepanjang zaman tidak perlu dipersoalkan sebenarnya, cuma Rp 500 triliun. Apalagi yang dipayungi sebuah undang-undang,” ujarnya, Rabu 2 Februari 2022, kemarin.

Dikatakannya, Ibu Kota Negara adalah kepentingan bangsa dan negara. Bahkan, keberadaan Ibu Kota Negara adalah milik bangsa di dunia dan menjadi simbol kebanggaan negara Indonesia.

Dia menekankan, persoalan anggaran untuk pembangunan IKN Nusantara tidak akan pernah selesai karena prosesnya masih terus berjalan.

kata Gubernur, selama 2 tahun menghadapi pandemi COVID-19, anggaran yang dihabiskan untuk penanganan COVID-19 dan pembangunan lebih dari Rp 1.200 triliun.

“Hampir Rp 900 triliun untuk kepentingan penanggulangan korona saja, Rp 300 triliun sampai Rp 500 triliun untuk kepentingan pemulihan ekonomi nasional (PEN). Ini kita tidak repot,” bebernya.

“Kaltim itu setahunnya lebih kurang surplus nilai ekspornya mencapai lebih kurang Rp 15 sampai Rp 18 miliar dollar, itu kondisi korona. Artinya, kalau itu dikonversi dalam bentuk rupiah bisa mencapai Rp 220 triliun. Itu satu tahun anggaran dari batu bara saja. Kalau 2 tahun, nilai ekspor Kaltim sudah bisa membiayai,” sambungnya.

Mantan Bupati Kutim ini meminta kepada semua pihak untuk dapat mendukung pembangunan IKN Nusantara. Sebab, pemerataan pembangunan ekonomi juga akan terjadi di luar Pulau Jawa ketika IKN Nusantara terwujud.

“Bukan hanya Kaltim atau di sekitar Kaltim, tapi pembangunan ekonomi diratakan di luar Pulau Jawa. Di Jawa itu beban sudah besar, 56 persen beban ekonomi berkembang di sana,” pungkasnya.

Penulis: Ningsih

Editor: MH Amal

LAINNYA
x