src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Murjani. (riski/headlinekaltim.co)HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Konflik SMAN 10 Samarinda dengan Yayasan Melati memicu ketidakpastian di kalangan orang tua siswa.
Ini terkait Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dan akan dimulainya tahun ajaran baru pada Juli mendatang.
Dalam konferensi pers, Ketua Yayasan Murjani menuturkan tahun ini SMAN 10 Samarinda yang berada di kampus A tidak akan menerima siswa baru pada tahun ini.
“Kami sangat menolak keras PPDB oleh SMAan 10 Samarinda di Kampus Melati (Kampus A),” ungkap Murjani, Sabtu 12 Juni 2021.
Yayasan Melati menilai bahwa PPDB ini sangat bertentangan dengan perintah dari Gubernur Kaltim dan menduga kuat sebagai langkah menguasai secara paksa bangunan milik yayasan.
“Kami koordinasi bagaimana cara memindahkan sekolah itu agar tidak ada yang terluka, yaitu dengan meniadakan PDBB, dan menghabiskan seluruh siswa yang masih menimba ilmu di Kampus Melati,” jelasnya.
Yayasan telah membuat spanduk bertuliskan ‘Yayasan Melati Tidak Memperkenankan Siswa SMAN 10 Bersekolah di Sini’. Untuk tahun ini, pihak yayasan akan memberikan tindakan tegas apabila nantinya PPDB di kampus A tetap berjalan.
“Kami tidak akan segan-segan menuntut pihak yang memaksakan kehendak untuk menduduki Gedung Milik Yayasan Melati tanpa dasar hukum,” tegas Murjani.
Penulis: Riski
Editor: MH Amal