src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Rusman Yaqub : Kaltim Sumber Pengangguran Tertinggi di Pulau Kalimantan

Rusman Yaqub : Kaltim Sumber Pengangguran Tertinggi di Pulau Kalimantan

2 minutes reading
Saturday, 19 Nov 2022 23:27 703 Muhammad Yamin

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA- Anggota Komisi IV DPRD Kaltim Rusman Yaqub mengatakan, Kalimantan Timur menjadi provinsi tertinggi angka pengangguran di pulau Kalimantan.

Menurutnya, banyak hal yang menjadi penyebab terjadinya pengangguran yang tinggi di Kaltim. Salah satu diantaranya adalah minimnya tenaga asesor yang dimiliki guna melakukan asesmen terhadap suatu kompetensi, sesuai dengan ruang lingkup asesmennya. Yang mana ini tentu akan berdampak pada minimnya peningkatan sumber daya manusia (SDM) lokal.

Politisi dari partai PPP ini juga menyoroti tingginya angka pengangguran di Kaltim yang disumbang dari lulusan SMK. Padahal awalnya, SMK digadang-gadang akan menjadi sekolah yang dapat mencetak SDM untuk siap kerja, karena dibekali dengan keahlian tertentu yang dibutuhkan dunia usaha.

“Kalau kita bicara pengangguran, kita ini Kaltim sumber pengangguran tertinggi di seluruh pulau Kalimantan dan bersumber utamanya adalah SMK. Artinya ada masalah di SMK yang katanya asesornya sedikit,” ujar Rusman Yaqub.

Menurut dia, Komisi IV DPRD Kaltim sudah sejak lama memperjuangkan asesor di Kaltim. Karena dari yang dikeluhkan minimnya jumlah asesor, Komisi IV telah mendorong agar pihak sekolah mengalokasikan anggaran khusus bagi guru-gurunya untuk menjadi seorang asesor.

Namun yang terjadi, lanjut Rusman Yaqub, penyiapan tenaga asesor harus menunggu “jatah” beasiswa yang disiapkan oleh pemerintah daerah.

“Saya dapat informasi, karena saya belum tahu itu soal percepatan guru asesor. Saya sudah teriakan ini, tapi saya sayangkan. Kenapa? Biayanya mengambil dari beasiswa. Saya tidak sependapat kalau mengambil di angngaran itu. Masa saya ambil sertifikasi diambilkan dari beasiswa? Kenapa tidak dilengketkan dengan biaya oprasional sekolah? Karena itu menyangkut dengan sekolah, jadi suatu keharusan semua sekolah biaya asesor diambilkan dari sekolah,” katanya.

Rusman Yaqub mengaku khawatir, jika anggaran untuk peningkatan asesor hanya menunggu adanya beasiswa. Dia memastikan, Kaltim tidak akan mampu bersaing dengan SDM dari daerah lain, karena kualitas yang rendah. Akibatnya angka pengangguran akan semakin tinggi di Kaltim.

Apalagi saat ini Kaltim telah ditetapkan sebagai Ibukota Negara, sehingga persaingan tenaga kerja akan semakin ketat.

“Persoalannya jika ada beasiswa terus menerus, jika tidak ada, maka tidak ada sertifikasi. Itu yang dikhawatirkan,” pungkasnya. (Adv/Ningsih)

banner pemkab berau baru
LAINNYA
x