src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Muhammad Ferlian Maulana sedang paparkan produk septic tank Saung Pesisir ciptaannya.(Sumber : Andri/Headlinekaltim) HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Program yang digagas Puskesmas Sangasanga patut diacungi jempol. Demi menciptakan sanitasi sehat, khususnya limbah kotoran BAB warga dari jamban, petugas sanitasi menciptakan septic tank sederhana berbahan drum dan pipa.
“Karena masih ada warga yang buang kotoran jambannya ke perairan, maka kami ciptakan alat bernama Sanitasi Aman Warga Pesisir atau Saung Pesisir,” ucap pencipta dan penggagas produk, Muhammad Ferlian Maulana, Rabu 23 April 2025.
Ferlian menjelaskan kebiasaan sebagian warga yang membuang kotoran limbah BAB ke perairan karena dari lima kelurahan yang ada di Sangasanga, sebanyak empat kelurahan masuk wilayah pesisir. Yaitu Pendingin, Sarijaya, Sangasanga Dalam, dan Sangasanga Muara.
Ferlian yang sudah mengabdi di Puskesmas Sanga-Sanga selama 10 tahun mengatakan, bahan drum plastik didapat dari pengumpulan limbah oli bekas yang sudah dibersihkan. Lalu ditambahkan dengan pipa yang tersambung ke Septic Tank Saung.
“Drum plastik bekas oli kami beli dari pengepul sekitar. Dalam keadaan bersih harga berkisar Rp 300 ribu per satu buah,” jelasnya.
Secara teknis, limbah jamban yang masuk ke Septic Tank Saung memiliki pipa pembuangan air yang sudah terpisah dengan kotoran. Secara berkala, harus rutin dicek dan diberikan EM4 untuk mengurai bakteri di Septic Tank.
“Setiap 6 bulan sekali harus dikasih EM4 pengurai, paling harga pengurai antara Rp 35.000-50.000,- per botolnya,” jelasnya.
Dana membuat Septic Tank Saung per satu rumah butuh sekitar Rp 1,5 juta. Itu sudah termasuk biaya pemasangan Septic Tank baik dalam tanah maupun yang ada di air dengan sistem mengapung. Beberapa Septic Tank Saung yang sudah terpasang berasal dari dana CSR perusahaan yang ada di Sangasanga.
“Masih sedikit warga yang mandiri pasang Septic Tank Saung, sekitar dua rumah saja. Rata-rata warga mengandalkan bantuan dari CSR perusahaan,” jelasnya.
Septic Tank Saung ditujukan mewujudkan program dan mengedukasi masyarakat stop buang air besar sembarangan (SBS), serta wujudkan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat(STBM).
Salah satu warga Sangasanga Agustina mengakui menerima banyak manfaat dari pemasangan septic tank yang diciptakan Muhammad Ferlian. “Yang saya rasakan jamban lebih bersih dan sehat,” jelasnya.(Andri)
Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya di Google News Headline Kaltim