src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Manager PT PLN UP3 Berau, M. Harryadi Poel. (Foto: Riska) HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Manager PT PLN UP3 Berau, M. Harryadi Poel mengatakan pengoperasian jalur transmisi Tanjung Redeb – Tanjung Selor sudah dilaksanakan tahun lalu. Itu dilakukan jika Tanjung Redeb dan Tanjung Selor membutuhkan suplai daya.
“Itu bisa kita evakuasi energinya. Hanya saja kondisinya di beberapa Tanjung Selor ada pembangkit yang masih dalam masa pemeliharaan,” jelasnya, Jumat 10 Februari 2023.
Dikatakannya, jika sistem di Tanjung Selor dan Tanjung Redeb sama-sama melakukan pemeliharaan, maka evakuasi energi tidak dapat dilakukan. Jadi posisinya walaupun transmisi itu ada, sifatnya membantu di beberapa periode saja.
“Harapannya kita bisa segera terkoneksi dengan Sistem Mahakam,” tuturnya.
Sistem Mahakam yang sudah terkoneksi yakni mulai dari Banjarmasin, Samarinda, Balikpapan, dan Bontang. Belum sampai ke Kabupaten Berau. “Kalau seandainya sampai ke Kabupaten Berau, maka akan mempermudah jaringan kelistrikan di sini,” tuturnya.
Pembangkit listrik di Kabupaten Berau skala besar ada PLTU Berau, PLTU Lati, dan PLTU Sambaliung. Sedangkan mesin-mesin tersebut punya jadwal pemeliharaan karena tidak bisa dioperasikan secara terus menerus.
“Jangan sampai tiga unit pembangkit listrik di Berau ini bersamaan jadwal pemeliharaannya, itu yang kita jaga. Kalau salah satu mesin terjadi pemeliharaan maka mesin yang lain dapat menopang atau kita dibantu dari Tanjung Selor karena cadangan daya kita ini masih kecil,” ungkapnya.
Menurutnya, kalau ada salah satu unit pembangkit alami gangguan di Tanjung Redeb, otomatis akan terjadi kekurangan Daya Mampu Produksi (DMP). Akibatnya, terjadi pemadaman bergilir.
“Harapannya dari pemerintah daerah dan juga masyarakat bisa memberikan lahan untuk percepatan pembangunan agar terkoneksi dengan Sistem Mahakam sehingga kita dapat menikmati jaringan kelistrikan yang lebih bagus,” pungkasnya.(#)
Penulis: Riska