23.2 C
Samarinda
Thursday, July 18, 2024

Polres Berau: Tidak Ada Izin Keramaian, Denda Diterapkan!

HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNGREDEB –Polres Berau segera menindaklanjuti hasil keputusan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Berau dalam Rapat Evaluasi Penanganan COVID-19 di Ruang Sangalaki Kantor Bupati Berau pada Kamis 17 Desember 2020.

Salah satu langkah segera, Polres Berau akan membubarkan dan tak mengizinkan kegiatan yang mendatangkan keramaian.

Kapolres Berau AKBP Edy Setyanto Erning Wibowo melalui Paur Humas Ipda Suradi menyebut hal tersebut akibat kasus COVID-19 di Bumi Batiwakkal –sebutan Berau- melonjak cukup tajam.

“Ruangan dan fasilitas di rumah sakit pun terbatas. Sedangkan saat ini ruang perawatan dan isolasi hampir penuh. Para tenaga kesehatan dan medis pun mulai kewalahan,” ungkapnya.

Jika sebelumnya saat operasi yustisi hanya berupa imbauan dan pembinaan, kini tidak ada lagi. Siapapun yang melanggar akan diberikan sanksi atau denda sesuai dengan Peraturan Bupati Berau Nomor 52 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan.

“Hal tersebut akan dilakukan pada siapa pun yang tidak memakai masker atau tidak mematuhi protokol kesehatan,” bebernya.

Dia pun menegaskan tidak akan mengeluarkan izin keramaian. Perayaan Natal secara terbatas dan kegiatan kumpul-kumpul pada perayaan malam tahun baru 2021 ditiadakan.

“Apabila tetap melakukan kegiatan kumpul-kumpul, maka akan dibubarkan bersama Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Berau,” tegasnya.

Sebelumnya, Plt Bupati Berau, Agus Tantomo mengatakan, pasien positif COVID-19 per tanggal 17 Desember 2020 berjumlah 124. Terjadi penambahan 22 kasus dan sembuh 7.

“Dengan jumlah pasien yang cukup banyak ini maka diputuskan dalam rapat tadi untuk membuka rumah sakit darurat. Tiga hari ke depan mulai disiapkan,” ujarnya.

Memang, tenaga kesehatan masih mencukupi untuk penanganan pasien. Namun, tim gugus tetap berupaya untuk mengantisipasi terjadinya kekurangan tenaga kesehatan.

“Untuk protokol kesehatan akan lebih tegas saat ini, mulai hari ini tim gabungan akan melakukan razia dan diterapkan denda. Tidak lagi pembinaan seperti sebelumnya,” tegas Agus Tantomo.

Dari data jumlah pasien positif COVID-19, penyebab terbesar dari pelaku perjalanan. Jadi, diputuskan wajib melakukan tes antigen bagi pelaku perjalanan yang masuk ke Berau.

“Kalau PCR lebih bagus lagi. Tapi minimal harus tes antigen. Ini berlaku bagi yang masuk ke Berau. Kita juga akan bersurat ke perusahaan untuk larangan cuti hingga program vaksinasi selesai,” pungkasnya.

Penulis: Sofi
Editor: Mh amal

- Advertisement -

LIHAT JUGA

- Advertisement -

TERBARU

POPULER