src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Peringati Hari Lingkungan Hidup, Gamalis Ajak Warga Berau Bergerak Jaga Lingkungan

Peringati Hari Lingkungan Hidup, Gamalis Ajak Warga Berau Bergerak Jaga Lingkungan

waktu baca 3 menit
Jumat, 19 Jun 2026 16:14 16 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Wakil Bupati Berau Gamalis mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan kebersihan lingkungan sebagai budaya hidup sehari-hari. Hal ini dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang dilaksanakan di kawasan Tepian Sambaliung pada Jumat, 19 Juni 2026.

Kegiatan kerja bakti lingkungan yang digelar ini sebagai bagian dari upaya meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan di Kabupaten Berau. Menurutnya, persoalan sampah masih menjadi tantangan yang harus ditangani secara serius dan berkelanjutan.

Ia menyoroti masih adanya titik-titik pembuangan sampah liar yang menjadi perhatian pemerintah daerah, termasuk rendahnya kesadaran sebagian masyarakat dalam memanfaatkan fasilitas pembuangan sampah yang telah disediakan.

“Kegiatan kerja bakti ini bukan hanya membersihkan lingkungan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran bersama dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Berau telah menerbitkan Surat Edaran Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang mewajibkan pelaksanaan kegiatan kebersihan setiap Selasa selama 30 menit sebelum aktivitas perkantoran serta Jumat Bersih di area-area publik.

“Pelaksanaan kegiatan tersebut juga harus didokumentasikan dan dilaporkan sebagai bentuk komitmen bersama menjaga kebersihan daerah,” bebernya.

Ia menegaskan, seluruh camat telah diinstruksikan untuk memastikan keterlibatan aktif kelurahan, kampung, RT, dunia usaha, hingga masyarakat dalam menjalankan gerakan tersebut. Kata dia, pengelolaan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah daerah maupun petugas kebersihan.

“Dibutuhkan partisipasi aktif masyarakat serta pengawasan yang dilakukan secara berjenjang mulai dari tingkat RT, kelurahan hingga kecamatan,” tegasnya.

Selain masalah pembuangan sampah sembarangan, Gamalis juga menyoroti kebiasaan masyarakat yang masih melakukan pembakaran sampah secara terbuka. Menurutnya, praktik tersebut harus dihentikan karena dapat mencemari udara, mengganggu kesehatan masyarakat, serta berdampak buruk terhadap lingkungan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak lagi membakar sampah sembarangan. Kesadaran dan kedisiplinan masyarakat sangat diperlukan agar lingkungan tetap sehat dan nyaman,” ungkapnya.

Untuk memperkuat pengawasan di tingkat lingkungan, Gamalis meminta setiap Ketua RT membentuk tim kecil pemantau titik-titik rawan pembuangan sampah ilegal. Tim tersebut diharapkan dapat menjadi motor penggerak kebersihan sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat.

Ia juga mengajak seluruh kelurahan di Kabupaten Berau untuk terus meningkatkan koordinasi dan keterlibatan warga dalam menjaga kebersihan lingkungan, termasuk mencegah kebiasaan membuang sampah ke sungai, saluran air maupun drainase yang berpotensi menimbulkan banjir dan pencemaran.

Gamalis turut memberikan apresiasi kepada Bank Sampah Beriman dan Rumah Kompos Azzura Sambaliung yang dinilai berhasil menjadi contoh pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Bank sampah dan rumah kompos membuktikan bahwa sampah bukan hanya masalah, tetapi juga memiliki nilai ekonomi apabila dikelola dengan baik.

“Saya berharap gerakan-gerakan positif seperti ini terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi wilayah lain di Kabupaten Berau,” pungkasnya. (Adv15/Riska)

LAINNYA
x