src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Penjelasan PT IMIP Soal Ledakan Tungku Nikel di Morowali yang Makan Korban 59 Orang

Penjelasan PT IMIP Soal Ledakan Tungku Nikel di Morowali yang Makan Korban 59 Orang

3 minutes reading
Sunday, 24 Dec 2023 19:47 384 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, MOROWALI— Petaka di pengujung tahun 2023. Kecelakaan kerja kembali terjadi di Morowali, Sulawesi Tengah. Kali ini, pabrik pengolahan (smelter) nikel milik PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel (ITSS) Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, Minggu 24 Desember 2023 terbakar. Total korban menjadi 59 orang.

Dari catatan WALHI Sulteng, sebelum insiden di ITSS, Aulia mengatakan pada 22 Desember 2022 ada kecelakaan kerja serupa yang merenggut nyawa dua pekerja, Nirwana Stele dan Made Defri. Keduanya meninggal gara-gara terjadi ledakan tungku di kawasan industri nikel milik PT Gunbuster Nicek Industri, perusahaan perusahaan besar asal Tiongkok yang beroperasi di kabupaten Morowali Utara.

Kemudian, pada 27 April 2023, ada kecelakaan kerja lagi di PT PT Indonesia Guang Ching Nickel and Stainless Industry. Pabrik itu juga berada di kawasan PT IMIP. Aulia mengatakan, insiden tersebut menewaskan dua pekerja dumpling, yaitu Arif dan Masriadi.

WALHI Sulteng mendesak pemerintah menghentikan produksi nikel di PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP). Hal ini seiring terjadinya kecelakaan kerja berulang kali di kawasan tersebut.

“Pemerintah jangan hanya diam saja. Produksi PT IMIP harus dihentikan dan beri sanksi tegas kepada PT IMIP,” kata Kepala Advokasi dan kampanye Walhi Sulteng Aulia Hakim lewat keterangan tertulis, Minggu, 24 Desember 2023, dikutip dari tempo.co.

PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) menyampaikan keprihatinan mendalam atas kecelakaan di wilayah kerjanya.

Kepala Divisi Media Realtions PT IMIP, Dedy Kurniawan mengatakan, kecelakaan kerja terjadi di salah satu pabrik pengolahan nikel milik PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel (ITSS).

ITSS sendiri merupakan salah satu tenant yang beroperasi di kawasan IMIP. Dedy menjelaskan, manajemen PT IMIP telah membentuk tim penanganan dampak kecelakaan kerja di lokasi pabrik PT ITSS.

Perkembangan terbaru hingga pukul 16.15 WITA, diketahui situasi di lokasi kejadian sudah terkendali. Dengan total korban yang tercatat 59 pekerja. Untuk jumlah korban meninggal dunia yang terkonfirmasi saat ini sebanyak 13 orang, terdiri atas sembilan pekerja Indonesia dan empat pekerja Tiongkok.

Sementara itu, sebanyak 46 korban lainnya terluka. Umumnya luka disebabkan karena terkena uap panas. “Rinciannya 29 korban luka dirujuk ke RSUD Morowali, 12 orang sedang dilakukan observasi oleh klinik IMIP, dan lima orang rawat jalan,” papar Dedy dalam keterangan resminya, dilansir dari mediaindonesia.com.

Manajemen PT IMIP telah menanggung seluruh biaya perawatan dan perawatan korban pascakecelakaan, serta santunan bagi keluarga korban.“Kami juga telah menyerahkan satu jenazah korban kepada keluarganya,” ucap Dedy.

Hasil pemeriksaan di lokasi kejadian, diketahui tungku smelter nomor 41 yang terbakar, awalnya masih ditutup untuk operasi pemeliharaan.

Dedy menyebutkan, saat tungku tersebut sedang tidak beroperasi dan dalam proses perbaikan, terdapat sisa slag atau kerak dalam tungku yang keluar, lalu bersentuhan dengan barang-barang yang mudah terbakar di lokasi.

Dinding tungku lalu runtuh dan sisa terak besi mengalir keluar sehingga menyebabkan kebakaran.“Akibatnya, pekerja yang berada di lokasi mengalami luka-luka hingga korban jiwa. Hasil identifikasi penyebab kecelakaan ini sekaligus menegaskan bahwa tidak ada tabung oksigen yang meledak seperti diinformasikan sebelumnya,” tandasnya.(*/mh)

banner pemkab berau baru
LAINNYA
x