src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Suasana Rapat kerja kabupaten KADIN Kukar.(andri) HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Gemerlapnya pembangunan IKN Kaltim di Sepaku Kabupaten PPU belum bisa dinikmati pengusaha lokal. Ini dikeluhkan Ketua Kamar Dagang Industri (KADIN) Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri di hadapan perwakilan Badan Otorita IKN Nusantara saat Rakerkab bertema penguatan peran pengusaha lokal mensukseskan IKN.
“Pengusaha yang ada di Kukar sudah lengkap, miliki beragam bidang, sayangnya susah sekali untuk mendapatkan pekerjaan di IKN,” sebut Aulia, Kamis 16 Februari 2023 di Hotel Grand Elty Tenggarong.
Aulia mengatakan kesulitan jaringan mendapatkan proyek di IKN. Dia mengaku tak tahu pintunya lewat mana, apakah konsorsium atau perorangan.
“Kami dapat laporan dari salah satu pengusaha, diminta uang duluan untuk dapat proyek oleh oknum broker, ternyata sampai sekarang tak kunjung dapat kegiatan,” ucapnya.
Aulia menyarankan, agar Badan OIKN punya kewenangan tersendiri karena selama ini bergantung dari Kementerian. Tahun depan harus sudah punya Badan Usaha milik Badan OIKN.
“Dibuatkan aja khusus e-Katalog produk lokal sehingga pengusaha lokal bisa bersaing khusus mendapatkan proyek di IKN,” jelasnya.
Direktur Pengawasan Pembinaan dan Evaluasi Badan OIKN, Ferdinand Kana mengaku dirinya baru dilantik 13 Januari 2023 yang lalu. Namun, dirinya berjanji akan memberikan “karpet merah” kepada pengusaha lokal yang berhimpun di Kadin Kukar bisa mendapatkan kegiatan di IKN.
“Kasihkan ke saya, lima pengusaha Kukar dengan berbagai bidang untuk garap kegiatan di IKN, saya akan fasilitasi lebih lanjut,” sebut Ferdi.
Dirinya menyebut, peluang bisnis bagi pengusaha Kukar sangat banyak. Bukan hanya bisnis infrastruktur, termasuk juga bisnis kuliner dan restoran.
“20 Ribu orang pekerja bakal datang ke IKN, ini butuh makan minum, bisnis restoran peluangnya sangat besar,” ucapnya.
Dia sepakat bahwa pengusaha lokal harus dilibatkan agar proyek pembangunan IKN berjalan maksimal tanpa hambatan. Jika subkontraktor BUMN mendatangkan dari luar Kaltim, ada pembiayaan yang lebih mahal lagi.
“Tapi pengusaha lokal juga harus siapkan SDM yang handal, seperti mau bisnis restoran siapkan ahli tata boga. Siapkan tenaga ahli yang mumpuni,” pintanya.
Bupati Kukar Edi Damansyah yang hadir mengingatkan Kadin adalah mitra pemerintah. Jika ingin mengambil kegiatan di IKN, maka harus siapkan SDM kompeten.
“Karena selama ini pengusaha yang tergabung di Kadin hanya fokus menggarap proyek APBD, silahkan bersinergi dengan Badan OIKN dengan menyiapkan SDM secepatnya. Tata niaga bisnis lainnya juga harus bisa digarap pengusaha lokal,” pungkasnya.(#)
Penulis: Andri