src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Sosialisasi potensi wisata, sertikasi halal dan pelatihan usaha di Desa Giri Agung, Sebulu.(andri) HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Meski jaraknya lumayan jauh dari Ibu Kota Tenggarong, Kukar, Desa Giri Agung Kecamatan Sebulu, miliki potensi sektor pariwisata yang belum tergarap.
“Potensi ekonomi Giri Agung yang sudah berjalan di sektor UMKM dan Pertanian, sedangkan sektor pariwisata belum dikelola, ” sebut Pendamping Desa Kecamatan Sebulu, Zakaria Ahmad Busro, Sabtu 18 Februari 2023 sore, di gedung BPM Desa Giri Agung.
Dari segi usaha ekonomi masyarakat, sebut Zakaria, Desa Giri Agung juga sudah berjalan dengan baik. Apa yang dilakukan kelompok Usaha pendapatan Peningkatan Keluarga Aseptor (UPPKA) desa sudah menghasilkan beberapa produk UMKM.
“Ini juga kita hadirkan pelaku usaha kosmetik dan EO pernikahan agar bisa merambah jenis usaha lainnya. Sektor pariwisata alam juga akan dikembangkan. Serta kita sosialisasikan juga sertifikasi halal gratis,” ucapnya.
Kades Giri Agung, Supriyadi mengakui perputaran perekonomian usaha masyarakat yang dipelopori UPPKA berjalan aktif tiap hari.
Desa ini sudah terkenal dengan sektor pertanian dan ditetapkan oleh Pemkab Kukar melalui Dinas Ketahanan Pangan sebagai lumbung pangan Kukar.
“Kita ingin memulai sektor pariwisata dengan mendesain wilayah Gunung Hantu dijadikan objek wisata alam. Gunung Hantu akan dibangun kolam renang dan gazebo, serta wahana permainan lainnya, tempatnya berbukit dan sangat indah,”ujar Supri.
Ketua Forum Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) binaan Diskominfo Kukar, Ahmad Daeng Lompo memastikan lokasi Gunung Hantu sangat tepat dijadikan taman wisata.
Ahmad berpesan, jika ingin menggarap objek wisata alam, perlu diperhatikan sarana air bersih dan toilet. Ini penting ketika banyak dikunjungi wisatawan.
“Saya yakin objek wisata alam pasti diminati pengunjung untuk mendokumentasikan keindahan alam melalui foto-foto dan objek selfi,” pungkasnya.(#)
Penulis: Andri