Beranda BUMI ETAM Penggunaannya Mirip Kartu ATM, Petani di Kutim Dapat Kartu Tani

Penggunaannya Mirip Kartu ATM, Petani di Kutim Dapat Kartu Tani

Petani di Kutai Timur didata untuk program kartu tani. (Istimewa)
Advertisement

HEADLINEKALTIM.CO, SANGATTA – Sebanyak 8.291 petani di Kutai Timur, Kaltim, masuk dalam penerima program Kartu Tani tahap I. Program ini akan berlanjut untuk seluruh petani di semua kecamatan.

Total jumlah petani yang terdata di Kutai Timur mencapai angka 13.288 orang. Semuanya diusulkan mendapatkan kartu tani oleh Dinas Pertanian dan Peternakan.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Kadistanak) Kutai Timur Sugiono menargetkan, dalam waktu yang tidak terlalu lama, semua petani di daerahnya ter-cover oleh program tersebut.

Advertisement

Dari pantauan Headlinekaltim.co, pembagian kartu tani telah masuk ke daerah pedalaman, seperti Muara Wahau, Kongbeng dan Telen  yang mencapai angka 2.000 petani.

“Sehingga pemanfaatan kartu tersebut dapat dirasakan benar oleh petani, terutama dalam mendapatkan jatah kuota pupuk bersubsidi. Itu yang paling utama saat ini diluar manfaat lainnya.  Jadi, ketika petani tak memilikinya maka otomatis tidak memiliki kuota pupuk bersubsidi ,” jelas Sugiono, saat ditemui di ruang kerjanya.

Perlu diketahui, penggunaan kartu tani tersebut serupa kartu debit atau Anjungan Tunai Mandiri (ATM). Kartu ini untuk membeli berbagai kebutuhan terkait keperluan pertanian. Seperti pupuk bersubsidi, termasuk pula kemudahan pengajuan kredit usaha pada bank yang ditunjuk oleh pemerintah.

“Kerjasama penggunaan kartu tani dilakukan dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI). Di Kutim sendiri terdapat 4 zonasi pembagian kartu tani berdasarkan letak jauh dekatnya dengan kantor cabang bank tersebut. Kenapa demikian, karena memang wilayah Kutim ini sangat luas sekali. Maka guna mempermudah petani mengakses kartu tersebut maka dilakukanlah hal pembagian zonasi,” jelasnya.

Baca Juga  Pakai Dokumen Palsu, Dua Truk Berisi 533 Keping Kayu Ulin di Kutai Barat Disita

Zona pertama yakni Kecamatan Teluk Pandan masuk ke wilayah Kota Bontang. Zona kedua yakni kecamatan Wahau, Kongbeng, Telen masuk Kabupaten Berau. Zona ketiga yakni Kecamatan Sangatta Utara, Sangatta Selatan, Bengalon, Rantau Pulung, Kaliorang, Kaubun, Karangan, Sandaran, dan Batu Ampar masuk area pelayanan Kutim.

Zona keempat yakni kecamatan Busang, Muara Ancalong, Muara Bengkal, dan Long Mesangat, masuk wilayah kerja BRI Kutai Kartanegara.

“Saat ini realisasi sudah berjalan untuk zona dua yang masuk wilayah kerja BRI Berau, Untuk Sangatta Utara dan Sangatta Selatan dijadwalkan berlangsung pada tanggal 22 Oktober 2020 mendatang. Untuk zona empat masih ada beberapa perbaikan data di bank, kartu untuk keselurahan sudah ready semua, tetapi karena ada protokol COVID-19 maka agak mundur penerapannya,” terangnya lebih jauh.

Dengan program ini, kegiatan petani di lapangan dapat terpantau dalam big data secara keseluruhan di Indonesia. Dapat terlihat pergerakan petani di lapangan, siapa menanam apa, kapan dan di mana, berapa luasan lahan dan aktivitas lainnya.

Penulis: RJ Warsa

Komentar
Advertisement