src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Camat Kota Bangun, Mawardi (batik ungu) memantau langsung insiden kapal tersangkut di jembatan Martadipura. (Sumber: ist)HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Tersangkut selama hampir setengah hari di bawah jembatan Martadipura, kapal pengangkut rangka conveyor bisa terlepas pada pukul 16.30 WITA. Buntut dari peristiwa ini, masyarakat Kota Bangun dihantui rasa khawatir dengan kondisi jembatan itu.
“Kami memantau secara langsung, tadi sudah lepas pukul 16.30 Wita, ” ungkap Camat Kota Bangun, Mawardi, Jumat 8 April 2022 malam.
Meskipun kapal sudah lepas, dia mengakui timbul kekahawatiran soal kelayakan jembatan pascainsiden. “Kan benturannya lumayan keras, bagaimana dengan kekuatan jembatan tersebut, ini membuat kami khawatir. Karena banyak masyarakat yang menggunakan jembatan tersebut, ” paparnya.
Kepala Dishub Kukar Ahmad Junaidi memastikan jembatan Martadipura sudah bisa dilewati kendaraan. Namun, terkait kekhawatiran warga setempat soal kelayakan dan kekuatan jembatan, mantan Camat Samboja tersebut tidak berani berkomentar banyak.
“Untuk kelayakan jembatan pasca ditabrak, bisa ditanyakan langsung ke Dinas Pekerjaan Umum (DPU) selaku lembaga yang menangani jembatan Martadipura, ” sebutnya.
Penulis: Andri