src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Plt Kepala Disperindag Kukar, Sayid Fathullah.(Sumber : Andri/Headlinekaltim.co) HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kukar Sayid Fathullah mengungkapkan pabrik pengolahan rumput laut di Muara Badak mulai beroperasi tahun depan.
“Ini kan sedang proses pengadaan mesin pengolahan saja, kalau bangunan dan sarana pendukung lingkungan sudah selesai semua, maka target kita Januari 2025 pabrik sudah beroperasi,” ungkap Sayid Fathullah, Jumat 27 September 2024.
Pabrik pengolahan rumput laut itu bakal punya produk beragam, seperti tepung, beras, dan mie instan. Dampak besar ekonomi ke masyarakat seperti menampung dan membeli rumput laut basah.
“Jika pabrik berjalan, maka para UMKM yang ada di Muara Badak juga meningkat pendapatannya,” jelasnya.
Selain itu, pangsa pasar olahan rumput laut seperti tepung masih terbuka luas dan bisa dijajaki kerja sama dengan perusahaan besar, Garuda Food dan Indofood. Kedua perusahaan besar tersebut bisa menampung dan membeli produk rumput laut Kukar.
“Ekosistem bisnis rumput laut di Muara Badak nanti akan melibatkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes),” sebutnya.
Dalam membangun pabrik rumput laut, Pemkab Kukar melakukan secara bertahap sejak tahun 2017-2024. Pembangunan fisik hingga pengadaan sarana pendukung dan mesin pengolahan menelan dana Rp 60 miliar.
“Untuk sarana pendukung dan mesin pengolahan saja, biayanya mencapai Rp 21 miliar,” pungkasnya.(Andri)
Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya di Google News Headline Kaltim