src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Salah satu titik videotron milik Pemkab Berau. (Foto: Riska/headlinekaltim.co)HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Pemanfaatan videotron milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau mulai diarahkan bukan sekadar sebagai media informasi publik dan promosi pariwisata, tetapi juga sumber untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Berau, Didi Rahmadi, mengungkapkan bahwa salah satu terobosan yang kini didorong adalah pemanfaatan videotron sebagai media publikasi sekaligus sumber pemasukan daerah. Pemkab Berau telah memiliki dasar hukum melalui peraturan daerah terkait pemanfaatan videotron untuk mendukung peningkatan PAD.
Menurutnya, videotron tersebut terbuka bagi pihak swasta yang ingin memasang iklan atau publikasi komersial dengan tarif yang telah ditetapkan. “Silakan bagi pihak swasta yang ingin memanfaatkan videotron. Biayanya Rp200 ribu per durasi 1,5 menit, dengan penayangan 10 kali dalam sehari untuk satu titik,” jelasnya.
Ia mengatakan, Pemerintah Daerah sangat menyambut baik partisipasi sektor swasta dalam memanfaatkan fasilitas tersebut. Meski sejumlah pihak telah menyampaikan minat, hingga kini kerja sama tersebut belum sepenuhnya terealisasi.
Sementara itu, pemanfaatan oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lebih difokuskan pada penyampaian informasi publik, pengumuman, dan imbauan kepada masyarakat.
Menurutnya, untuk mendorong optimalisasi pemanfaatan videotron, Diskominfo Berau berencana memperkuat sosialisasi kepada masyarakat dan pelaku usaha agar peluang ini lebih dikenal luas. “Kami akan mencoba lebih masif melakukan sosialisasi supaya informasi ini semakin dekat dengan masyarakat,” ujarnya.
Pemerintah menargetkan pemanfaatan videotron pada enam titik strategis. Jika setiap titik terisi iklan setiap hari, potensi pendapatan bisa mencapai sekitar Rp36 juta per bulan. Bahkan, jika jumlah pengiklan meningkat, potensi pendapatan daerah diperkirakan dapat menembus Rp300 juta hingga Rp400 juta per tahun.
Kata dia, selain memperkuat penyebaran informasi pemerintah, fasilitas ini diharapkan menjadi sumber pendapatan baru yang berkelanjutan bagi daerah. “Dengan optimalisasi pemanfaatan videotron, pemerintah berharap fasilitas publik tidak hanya berfungsi sebagai media komunikasi, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah,” pungkasnya. (Riska)