27.5 C
Samarinda
Wednesday, June 16, 2021

Kota Balikpapan Kekurangan Ruang Lokal SLTA Negeri  

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Anggota Komisi IV DPRD Kaltim Fitri Maysaroh menyoal kurangnya fasilitas SMA/sederajat di Kota Balikpapan. Tidak berbanding lurus dengan jumlah lulusan SMP.

Hal ini direspon Asisten I Pemprov Kaltim HM Jauhar Effendi. Kepada headlinekaltim.co, dia mengatakan, sejauh ini, Pemprov belum pernah menerima laporan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim dan Pemerintah Kota Balikpapan.

“Saya tadi minta di-share untuk dibicarakan dengan Kadisdikbud. Cuma mengenai duduk persoalannya, itu kan ada kebijakan, kalau untuk SMP ada kewenangan di kota. Nah, kalau ini penanganan seperti apa, saya belum bisa banyak komentar. Saya mau mendalami dulu dan mengkomunikasikan dengan Dinas Pendidikan,” ucapnya, Rabu 9 Juni 2021.

“Jadi untuk jumlah sekolah, saya tidak tahu persis. Tapi, apakah bicara keseluruhan atau juga swasta atau bagaimana, saya belum jelas. Kalau kita, regulasi lebih kepada untuk penyediaan sekolah negeri. Dan, itu tidak bisa serta merta, tapi melalui proses perencanaan. Harus bicara juga dengan pemerintah kota,” sambungnya.

Berdasarkan data yang disampaikan oleh Fitri Maysaroh kepada HM Jauhar Effendi, tahun ini terdapat lulusan SMP di Kota Balikpapan sebanyak 11.158 siswa. Sementara, daya tampung SMAN dan SMKN hanya 5.086 siswa.

Artinya, hanya sekitar 44 persen siswa saja yang bisa ditampung di sekolah negeri. Sedangkan sisanya, terpaksa bersekolah di SMA/SMK swasta.

Sebelumnya, Fitri Maysaroh yang merupakan anggota Komisi IV DPRD Kaltim Dapil Balikpapan menyampaikan aspirasi masyarakat di wilayah pemilihannya saat penyampaian pandangan masing-masing fraksi ketika Rapat Paripurna DPRD Kaltim, Rabu siang.

Dia mengeluhkan, pelaksanaan PPDB tahun ajaran 2021 di Kota Samarinda dan Balikpapan mengalami crowded. Lantaran, minimnya daya tampung SLTA negeri di kota tersebut.

“PPDB di 8 kabupaten/kota cenderung dapat memilih siswanya dengan bebas. Tapi di Balikpapan, justru sekolah menolak siswa. Dua tahun ini hanya 50 persen daya tampung siswa, sekarang malah 44 persen. Atas dasar itu, mohon pengertiannya. Jangka pendek ini mohon dibantu lokal kelas, beberapa kelas yang memungkinkan, agar tidak terjadi keributan. Khususnya jalur afirmasi, karena harus sekolah negeri,” keluhnya.

Penulis: Ningsih
Editor: MH Amal

Komentar

balikpapan-kekurangan-ruang-lokal-slta-negeri/" data-order-by="social" data-numposts="5" data-width="100%" style="display:block;">
- Advertisement -spot_img

LIHAT JUGA

- Advertisement -spot_img

TERBARU

spot_img
Komentar