src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Wagub Kaltim Hadi Mulyadi usai melepas kafilah MTQ Kaltim. (foto: Ningsih/headlinekaltim.co)HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Penyelesaian seksi 5 ruas jalan tol Balikpapan- Samarinda (Balsam) yang ditarget selesai tahun 2020 diragukan. Pasalnya terdapat jalan longsor atau penurunan tanah sepanjang 5 kilometer di jalur tersebut.
Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi memastikan untuk jalur-jalur longsor sepanjang 5 kilometer tersebut akan ditangani oleh PT Jasamarga Balikpapan-Samarinda (JBS) sebagai pelaksana pengerjaan proyek.
“Nanti saya cek. Ditangani pasti,” ucapnya.
Terkait target perampungan jalur Balsam seksi 5 sampai akhir Desember 2020, Wagub Hadi Mulyadi mengaku dirinya tidak berani memastikan hal tersebut. Karena ada beberapa masalah alam yang terjadi, diantaranya longsor. Namun jika sampai akhir 2020 belum selesai, Hadi Mulyadi mengatakan proyek pengerjaan lanjutan akan dilakukan periode berikutnya.
“Inikan di luar rencana, terundur sedikit tidak apa-apa. Memang penyelesaian harusnya tahun ini, tapi karena longsor ya. Hitung saja, untuk menangani longsor perlu berapa bulan. Yang penting saya minta secepatnya,” ujarnya.
Mantan Legislator Senayan ini mengatakan bahwa tanggungjawab jalan Tol Balsam masih dipegang oleh kontraktor.
“Itukan belum diserahkan, jadi yang mengerjakan harus tanggungjawab. Kontraktornya pasti,” terang Wagub Hadi Mulyadi.
Penurunan tanah atau longsor tidak hanya terjadi di ruas jalur tol Balsam saja, tetapi beberapa jalan provinsi juga mengalami nasib serupa. Diantaranya jalur Batuah, Kutai Kartanegara. Akses menuju Balikpapan-Samarinda ini pun kondisinya memprihatinkan dan membahayakan pengguna jalan.
Menanggapi hal tersebut, Wagub Hadi Mulyadi mengatakan Pemprov Kaltim telah menyiapkan anggaran pemeliharaan jalan, khususnya jalan-jalan vital yang kondisinya rusak.
“Kita ada anggaran pemeliharaan. Nanti saya cek,” pungkasnya. (ADV)
Penulis : Ningsih
Editor : Amin