src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> ‎Diarpus Kukar Akui Kesulitan Melestarikan Naskah Kuno

‎Diarpus Kukar Akui Kesulitan Melestarikan Naskah Kuno

waktu baca 2 menit
Kamis, 25 Jun 2026 22:53 220 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Naskah kuno dianggap penting karena bagian dari pencatatan sejarah. Namun, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diarpus) Kukar mengalami kesulitan dalam penelusuran naskah kuno milik daerah.
‎
Kepala Diarpus Kukar, Ridha Darmawan, mengatakan, hal pertama dilakukan adalah menginventarisasi manuskrip. ‎”Kalau kita dapat laporan dari masyarakat terdapat naskah kuno, maka kami harus datangi dulu ke lokasi untuk identifikasi lebih lanjut,” sebut Ridha, Rabu 24 Juni 2026.
‎
‎Tahapan selanjutnya, pencatatan riwayat naskah yang harus detail, mulai dari asal-usul naskah, bentuk naskah, judul hingga jenis kertasnya. ‎”Apakah naskah tersebut sudah berpindah tangan, dari tangan satu ke tangan yang lain,” ucap mantan Sekwan Kukar ini.
‎
‎Kelemahan utama dalam hal pelestarian naskah kuno adalah minimnya sumber daya manusia (SDM) yang bisa menerjemahkan naskah kuno, yakni filolog. Sebab, manuskrip bukan menggunakan bahasa Indonesia. ‎”Naskah kuno yang ditemukan selama ini menggunakan bahasa Arab Kutai,” sebutnya.
‎
‎Untuk merekrut filolog butuh biaya. Selain tak punya anggaran, di Diarpus belum ada tenaga filologi. Jika ada, maka akan lebih mudah dalam pelestarian naskah kuno. ‎”Bisa diterjemahkan ke bahasa latin Indonesia, akan lebih bagus lagi, bisa memahami lebih mendalam,” ungkapnya.
‎
‎Selama ini, pelestarian naskah kuno sudah dilakukan Diarpus meskipun belum optimal.
‎”Ke depannya, kita akan bekerja sama dengan lembaga atau perorangan dalam hal pelestarian manuskrip atau naskah kuno,” pungkasnya.(Andri)
‎

 

WhatsApp
Berita Terkini, Ikuti Saluran WhatsApp headlinekaltim.co

Gabung

‎

LAINNYA
x