src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Peresmian jembatan merah putih garuda di RT.01 Desa Jembayan Loa Kulu.(Sumber : Andri/Headlinekaltim)HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Komando Distrik Militer (Kodim) 0906/Kukar tahun ini menggeber program pembangunan 17 Jembatan Merah Putih yang tersebar di sejumlah kecamatan. Bukan sekadar proyek infrastruktur biasa, jembatan-jembatan ini digadang-gadang menjadi kunci percepatan roda perekonomian masyarakat di wilayah yang selama ini sulit dijangkau kendaraan roda empat.
Salah satu jembatan yang baru saja diresmikan berlokasi di RT.01 Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu, tepatnya di kawasan yang dikenal warga setempat sebagai Gang Panji. Peresmian ini menandai babak baru bagi ratusan keluarga yang selama bertahun-tahun harus bergantung pada jembatan kayu yang kondisinya kian memprihatinkan.
Kepala Desa Jembayan, Erwin, mengungkapkan rasa syukurnya atas rampungnya proyek tersebut. “Penantian warga sudah terpenuhi,” sebut Kades Jembayan, Erwin, Kamis 13 Agustus 2026.
Selama ini, jembatan kayu yang menjadi satu-satunya akses di Gang Panji kondisinya rapuh dan rawan ambruk sewaktu-waktu. Warga terpaksa menahan diri untuk tidak membawa kendaraan bermuatan berat, bahkan aktivitas sehari-hari pun kerap terganggu akibat jembatan yang tak lagi layak pakai.
Pembangunan jembatan di Gang Panji ini tidak lepas dari sinergi antara pemerintah desa dan Bintara Pembina Desa (Babinsa) setempat. Kolaborasi lintas sektor semacam ini menjadi model yang efektif dalam menjawab kebutuhan infrastruktur di tingkat akar rumput, terutama di wilayah yang selama ini luput dari perhatian pembangunan besar.
Ada sekitar 100 Kepala Keluarga (KK) yang akan langsung merasakan manfaat jembatan tersebut. Lebih dari itu, jembatan ini juga memiliki nilai historis karena menjadi penghubung menuju situs bersejarah peninggalan Kerajaan Kutai. “Jembatan ini menghubungkan ke situs kerajaan kutai Aji Pangeran Sinom Panji Mendapa,” ungkapnya.
Keberadaan situs kerajaan tersebut menjadikan jembatan ini memiliki fungsi ganda, tidak hanya sebagai jalur ekonomi warga, tetapi juga berpotensi mendukung pengembangan wisata sejarah di kawasan Loa Kulu ke depannya.
Perubahan paling signifikan yang dirasakan warga pasca-rehabilitasi jembatan adalah terbukanya akses bagi kendaraan roda empat. Jika sebelumnya jembatan kayu lama hanya mampu dilalui sepeda motor dan pejalan kaki, kini mobil sudah bisa melintas dengan aman. Truk pengangkut bahan bangunan bisa masuk dengan leluasa tanpa hambatan berarti, sehingga mempercepat berbagai proyek pembangunan lain di kawasan itu.
“Jika ada satu jembatan lagi dibangun, maka akses akan semakin lebih mudah,” jelas Kades Erwin.
Dandim Kukar, Letkol Arm Benny Budiman, memaparkan gambaran besar dari program Jembatan Merah Putih Garuda ini. Menurutnya, target pembangunan tahun ini mencakup 17 titik lokasi yang tersebar di berbagai kecamatan di Kukar, dan Desa Jembayan menjadi salah satu di antaranya.
Progres pembangunan sejauh ini terbilang cukup menggembirakan. Dari total 17 target, enam jembatan sudah berhasil diselesaikan dan telah dimanfaatkan oleh masyarakat. “Tersebar di Sangasanga, Muara Jawa, Bloro Sebulu, dan Sungai Payang Loa Kulu,” ucap Dandim.
Dandim Benny Budiman menjelaskan bahwa mekanisme pengajuan pembangunan jembatan ini berjenjang, dimulai dari laporan warga hingga akhirnya disetujui oleh pemerintah pusat. “Awalnya jembatan kayu yang sudah rusak parah, akhirnya kepala desa melaporkan ke Babinsa, dilanjutkan ke Koramil Loa Kulu. Akhirnya kita input untuk disetujui pemerintah pusat,” ucapnya.
Meski sudah ada enam jembatan yang rampung, sisa 11 titik lainnya masih dalam proses. Menurut Dandim, sejumlah lokasi masih berada pada tahap review atau kajian teknis. Begitu hasil review keluar, proses akan berlanjut ke tahap perencanaan pembangunan.
Proyek Jembatan Merah Putih Garuda ini juga melibatkan partisipasi aktif warga sekitar lokasi pembangunan. Semangat gotong royong yang masih kental di tengah masyarakat Kukar menjadi salah satu faktor pendukung kelancaran proyek ini.
“Pembangunan jembatan juga dibantu warga sekitar lokasi. Kita rencanakan juga membuat jaringan air bersih di Sangasanga dan Muara Jawa,” jelas Dandim. (Andri)