src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Kepala Dinas Perdagangan Samarinda Marnabas (Ningsih)HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Kepala Dinas Perdagangan Kota Samarinda Marnabas mengatakan kenaikan harga sejumlah komoditi bahan pokok terjadi sejak Juni lalu. Hal itu dipengaruhi oleh faktor cuaca di daerah pemasok.
Namun, secara umum, kenaikan harga ini masih dalam batas normal. Stok pangan di Samarinda juga tersedia dengan cukup. “Stok di Samarinda sebenarnya aman saja dan kita masih terus memantau yang terjadi sekarang karena memang faktor cuaca di daerah asal,” ujarnya, Jumat 15 Juli 2022.
Untuk beberapa komoditi seperti bawang merah, bawang putih dan cabai yang saat ini terjadi lonjakan harga, Marnabas meminta masyarakat agar tidak panik. Dikatakannya, untuk stok komoditi jenis ini masih tersedia. Walaupun, diakuinya ada gejolak harga di pasaran,
“Memang cabai melonjak, bawang sama. Karena memang jenis barang ini tidak bisa kita simpan lama. Berbeda dengan komoditi lain seperti minyak goreng curah, tepung terigu dan beras. Tapi biasanya kondisi ini tidak lama, asal tidak terjadi cuaca ekstrem seperti banjir,” katanya.
Untuk mengantisipasi berlanjutnya kenaikan harga komoditi bahan pokok, Dinas Perdagangan Samarinda telah menyiapkan operasi pasar dalam waktu dekat. “Waktu dekat kita akan operasi pasar lagi,” sebutnya.
Sementara terkait dengan ketersediaan stok tabung gas elpiji 3 kilogram alias subsidi, Marnabas menyebut pihaknya akan menggandeng Perusda Varian Niaga untuk membantu suplai dan pemantauan di lapangan.
“Sebenarnya barang ini (gas elpiji 3 kilogram) normalnya tersedia dengan harga yang ditetapkan pemerintah, yaitu Rp 17 sampai 18 ribu, tapi di Samarinda tidak. Makanya, kami bekerjasama dengan Varian Niaga untuk mengatasi permasalahan di lapangan, untuk mengatasi gejolak harga. Mereka dapat melaksanakan fungsi kontrol sosial, dan mereka punya gudang suplai,” katanya.
Lanjut dia, kelangkaan tabung elpiji di pasaran itu akibat ulah oknum nakal yang sengaja menimbun. “Saya sudah tahu permainannya. Kalau misalnya di Kelurahan ada yang habis elpiji itu, tapi sebenarnya tidak habis, tapi disimpan. Kemudian kalau Pertamina mau datang operasi pasar, dia keluarkan lagi itu. Tapi dengan Varian Niaga itu tidak akan bisa terjadi lagi,” pungkasnya.
Penulis: Ningsih
Editor: MH Amal