src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
General Manajer Hotel Grand Elty Singgasana, Hariyanto.(andri)HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG –Menyambut libur Natal dan tahun baru 2023, manajemen Hotel Grand Elty Singgasana tak menyiapkan paket dan kegiatan khusus untuk menarik tamu.
“Kami tidak bikin kegiatan, lagian sepi juga. Kelompok masyarakat berpenghasilan menengah di Kukar banyak menghabiskan liburan ke Balikpapan dan luar Kaltim. Kami di tahun baru, hanya mengelar doa bersama anak yatim piatu, dan mengundang penceramah untuk internal kami saja,” papar General Manager, Hariyanto, baru-baru ini.
Meskipun dari segi fasilitas dan layanan sudah mumpuni, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemkab Kukar jarang menggunakan Hotel Grand Elty Singgasana Tenggarong. Mereka lebih banyak menggelar pelatihan dan bimtek di hotel luar Kukar.
“OPD lebih banyak pakai hotel di Samarinda dan Balikpapan,” ucapnya.
Padahal, sebut Harianto, hotel yang dikelolanya adalah milik Pemkab Kukar. sampai kecamatan dan desa. Sayangnya, OPD yang memakai fasilitas hotel bintang 3 tersebut masih minim dan dapat dihitung dengan jari.
Dia pernah memohon kepada Bupati Kukar agar mengarahkan kepada OPD Kukar untuk melaksanakan kegiatan ke hotelnya. Tujuannya, perputaran uang berdampak di Kota Tenggarong.
“Ternyata Bupati Edi sudah mengarahkan para OPD, tetapi tidak bisa berbuat banyak. OPD tetap melaksanakan kegiatan di hotel luar Tenggarong,” ucapnya.
Jika saja OPD banyak menggelar kegiatan di Hotel Singgasana, maka berdampak terhadap pemasukan hotel. Tentunya, akan ada pembagian keuntungan antara Pemkab selaku pemilik hotel dengan manajemen.
“Keuntungan kami baru normal, meski tidak besar, pascapandemi COVID-19,” pungkasnya. (Andri)