src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Mini GP Balikpapan, Kawah Candradimuka Pembalap Cilik Kaltim

Mini GP Balikpapan, Kawah Candradimuka Pembalap Cilik Kaltim

waktu baca 3 menit
Senin, 26 Mei 2025 10:10 221 gleadis

HEADLINEKALTIM.CO, BALIKPAPAN – Di tengah riuhnya geliat otomotif Tanah Air, satu komunitas kecil di Balikpapan diam-diam mengukir sejarah dalam dunia balap motor anak. Bernama Mini GP Balikpapan, komunitas ini menjadi rumah pembinaan bagi anak-anak usia 6 hingga 12 tahun untuk mengenal dunia balap secara teknis, aman, dan terarah. Kata kunci seperti Mini GP Balikpapan, balap motor anak, pembinaan usia dini, Kejurprov Kaltim, pembalap cilik menjadi pusat perhatian dalam geliat olahraga ini.

Sejak terbentuk pada Oktober 2024 lalu, Mini GP Balikpapan sudah melatih sekitar sepuluh anak yang aktif berlatih secara berkala. Motor mini berkapasitas 50cc menjadi senjata utama para pembalap cilik ini untuk menaklukkan lintasan yang telah dirancang sesuai standar keselamatan balap anak-anak.

Hasan Hanapi, pelatih sekaligus inisiator komunitas, punya misi yang tidak main-main. “Kami ingin Mini GP Balikpapan jadi tempat lahirnya pembalap-pembalap masa depan dari Balikpapan. Bukan sekadar hobi, tapi benar-benar pembinaan sejak usia dini,” ujarnya penuh keyakinan saat ditemui pada Sabtu (25/5).

Berbeda dari sekadar adu kecepatan, pelatihan di Mini GP Balikpapan mencakup pengenalan sirkuit, teknik pengereman, kontrol kendaraan, hingga penanaman nilai sportivitas. Hasan menjelaskan bahwa keselamatan dan etika balap menjadi nilai utama yang diajarkan kepada para peserta sejak awal.

“Kami tidak hanya bicara kecepatan. Anak-anak dilatih tentang keselamatan, etika di lintasan, dan pentingnya kerja sama dengan tim. Itu yang membedakan latihan kami,” jelasnya.

Pelatihan dilakukan secara terjadwal dengan pendekatan pedagogis yang ramah anak. Hasan menyadari bahwa menyampaikan instruksi teknis kepada anak-anak bukan hal yang mudah. Oleh karena itu, pendekatan sabar dan kreatif menjadi senjata utama para pelatih.

“Kita sebagai pelatih harus sabar dan kreatif menjelaskan, sambil menjaga suasana tetap menyenangkan,” katanya dengan nada santai namun serius.

Komunitas ini tidak sekadar menyediakan tempat latihan. Anak-anak yang tergabung di Mini GP Balikpapan telah dipersiapkan untuk tampil di kejuaraan resmi. Salah satu target terdekat adalah Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Kaltim seri ketiga yang akan digelar di Balikpapan pada 31 Juni 2025.

Beberapa peserta bahkan menjalani debut mereka di ajang resmi, menjadikan pengalaman bertanding sebagai proses belajar yang lebih nyata. Ini adalah tonggak penting dalam membangun mental dan karakter pembalap sejak dini.

Hasan mengungkapkan, “Kalau tidak dimulai sekarang, kapan lagi Balikpapan bisa punya pembalap nasional dari jalur pembinaan? Kita punya potensi, tinggal kemauan dan konsistensi.”

Pembinaan di Mini GP Balikpapan tidak hanya fokus pada anak, tapi juga melibatkan peran aktif orang tua. Hasan menekankan pentingnya kolaborasi antara pelatih, orang tua, dan anak untuk memastikan proses pelatihan berjalan optimal dan menyenangkan.

Wery Jorgi, salah satu orang tua peserta, turut berbagi pengalamannya. Anaknya, Jojo, baru berusia tujuh tahun tapi sudah menunjukkan semangat tinggi setelah melihat teman-temannya berlatih.

“Kalau memang dia punya minat, ya kami dukung. Helm, baju balap, motor mini, semua kami siapkan, yang penting anak senang dan belajar positif,” ujar Wery saat mendampingi Jojo latihan.

Wery mengaku bahwa Jojo sangat antusias menghadapi Kejurprov mendatang. “Ini akan jadi pengalaman pertama Jojo ikut ajang resmi,” tuturnya bangga.

Artikel Asli baca di antaranews.com

 

Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya

LAINNYA
x