src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Bupati Kutim Targetkan Infrastruktur Rampung 2028, Fokus Bangun Ekonomi Rakyat dan SDM

Bupati Kutim Targetkan Infrastruktur Rampung 2028, Fokus Bangun Ekonomi Rakyat dan SDM

waktu baca 3 menit
Jumat, 25 Apr 2025 10:10 286 gleadis

HEADLINEKALTIM.CO, SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menegaskan komitmennya untuk menuntaskan pembangunan infrastruktur dasar hingga tahun 2028. Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, menyampaikan langsung target ambisius ini dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kutim 2025 yang digelar di Kantor Bupati, Kamis (24/4).

Pada kesempatan itu, Ardiansyah menekankan pentingnya konektivitas wilayah, pembangunan fasilitas publik, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai fondasi utama dalam mendorong pemerataan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

“Jalan-jalan penghubung antara desa maupun kecamatan serta pembangunan seperti kantor-kantor, insyaallah akan kami selesaikan sesuai jadwal,” ujar Ardiansyah dengan penuh optimisme.

Pernyataan tersebut disampaikan di hadapan jajaran perangkat daerah, anggota DPRD, dan para pemangku kepentingan pembangunan daerah lainnya. Ia menyebutkan, infrastruktur dasar merupakan salah satu program unggulan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kutim periode 2025–2029.

Bupati dua periode itu menjelaskan bahwa Pemkab Kutim tengah mengakselerasi berbagai program prioritas yang tidak hanya selaras dengan visi daerah, tetapi juga mengacu pada arah pembangunan provinsi dan nasional.

“Pemerintah ingin melakukan transformasi ekonomi berbasis kerakyatan. Baik melalui sektor pertanian, perkebunan, pariwisata, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia,” ucapnya.

Lebih lanjut, Ardiansyah berharap sinergi dan koordinasi antar-perangkat daerah bisa berjalan secara harmonis agar seluruh program strategis dapat terimplementasi dengan baik di lapangan.

Sebagai garda terdepan dalam perencanaan pembangunan, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kutim, di bawah kepemimpinan Noviari Noor, diminta untuk mendesain program-program yang konkret dan berdampak langsung pada masyarakat.

Musrenbang kali ini menjadi salah satu momentum strategis untuk menyamakan persepsi antar semua pemangku kebijakan. Bappeda Kutim sebagai koordinator utama telah menyusun kerangka prioritas pembangunan dengan mengedepankan aspirasi masyarakat.

“Musrenbang ini juga menyepakati kegiatan pembangunan, pagu indikasi, indikator, serta target kinerja,” jelas Kepala Bappeda Kutim, Noviari Noor.

Ia menyatakan, keberhasilan pembangunan daerah hanya bisa tercapai bila ada sinergi kuat antara pemerintah, DPRD, swasta, dan masyarakat.

Dengan rencana yang sudah matang, Kutai Timur disebut siap menghadapi tantangan pembangunan ke depan. Fokus tak hanya pada fisik infrastruktur, tetapi juga membangun manusia dan lingkungan sebagai satu kesatuan utuh dalam pembangunan berkelanjutan.

Salah satu titik tekan dalam Musrenbang 2025 adalah pembangunan jalan penghubung antardesa dan kecamatan. Pemkab Kutim mencatat, masih ada beberapa wilayah yang akses jalannya belum optimal. Hal ini menjadi penghambat utama dalam distribusi barang dan jasa serta menghambat geliat ekonomi lokal.

Ardiansyah menekankan pentingnya aksesibilitas wilayah untuk mendongkrak perekonomian dan membuka peluang usaha baru di sektor-sektor unggulan seperti pertanian dan UMKM.

“Kami ingin pembangunan ini bisa langsung dirasakan oleh masyarakat Kutim secara menyeluruh,” tegasnya.

Masyarakat diharapkan ikut mengawal pembangunan di daerah masing-masing, termasuk memberikan masukan dan evaluasi berkala kepada pemerintah. Keterlibatan masyarakat dalam pembangunan diyakini mampu menciptakan rasa memiliki sekaligus mendorong partisipasi aktif.

Di tengah berbagai tantangan, seperti keterbatasan anggaran dan kondisi geografis, Pemkab Kutim optimistis mampu mengejar target pembangunan yang telah ditetapkan. Ardiansyah mengakui bahwa butuh kerja keras, inovasi, dan kolaborasi dari semua elemen.

Sementara itu, dukungan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan Pemerintah Pusat juga diharapkan terus mengalir, terutama dalam hal pendanaan dan sinkronisasi program lintas sektor.

Di ujung acara Musrenbang, disepakati sejumlah prioritas pembangunan tahun 2025, antara lain pembangunan jaringan jalan antarwilayah, rehabilitasi infrastruktur pendidikan, pengembangan layanan kesehatan, serta program ketahanan pangan berbasis lokal.

Artikel Asli baca di antaranews.com

 

Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya di Google News Headline Kaltim

LAINNYA
x